Kategori JEMPOL

Search

Type your search keyword, and press enter

Hubungi Robby JEMPOL

Name

Email *

Message *

Ayo Masukkan Bisnis Anda di ...

Daftar Info dan Ide Bisnis JEMPOL

Cara Cepat UMROH bersama Winatour  -  http://www.robbyjempol.com/2016/02/cara-cepat-umroh-bersama-winatour.html Susu Kambing Etawa ETA...

Saturday, March 29, 2014

Renungan INSPIRASI


Seorang Motivator bisnis yang terkenal, Jim Rohn, diundang sebuah perusahaan untuk melakukan motivasi memacu semangat karyawannya yang sudah mengendor.

Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yang besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pen persis di tengah kertas itu.


Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir disana. Lalu bertanya, “Apakah yang dapat lihat di kertas ini?”

Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab “ Saya melihat sebuah titik hitam”.

“Baik, apa lagi yang kamu lihat selain titik hitam?” Jim kembali bertanya.

yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama : “Hanya sebuah titik hitam.”

“Tidakkah kamu melihat yang lainnya, selain titik hitam?”

Jim bertanya terus mengejar jawaban lain. “Tidak” dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.

“Bagaimana dengan lembaran kertas putih ini?”

Jim kembali bertanya “Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tetapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya?

Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?”

Jim Rohn kemudian menjelaskan :

“Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai dan mengabaikan akan banyak hal hal yang baik, hal2 yang dahsyat, hal2 yang cermerlang, hal2 yang indah, yang kita miliki atau pernah terjadi di sekitar kita, dan kita selalu hanya Fokus dan memberikan perhatian pada masalah Kecil, masalah Sepele, masalah Keuangan, masalah Kekecewaan, masalah Kegagalan.

Masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil , dalam lembaran kertas besar ini. Masalah itu hanyalah kecil dan tidak signifikan, jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil dan hampir tidak berarti.”

Apakah kita termasuk orang yang juga selalu melihat titik hitam itu?
(Jawaban ada pada diri Anda masing-masing)


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Sunday, March 23, 2014

Setan JEMPOL

Tau tidak, kalau di desa terpencil itu, dulu ada sebuah Goa batu yang diselubungi ilalang dan rerumputan liar  yang dihuni oleh hantu dijuluki “ Setan Jempol “?

Begini ceritanya, dulu ada seorang perempuan desa yang setiap harinya hanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu hari perempuan itu seperti biasa pada  pagi-pagi sekali pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Tiba di hutan, dia merasakan ada sesuatu yang membuntutinya di belakang. Tanpa berani menoleh ke belakang, perempuan itu mempercepat langkahnya untuk segera keluar hutan agar bisa pulang, namun ternyata jalan yang ditempuhnya salah karena rasa ketakutan yang teramat tanpa terasa  kepalanya terbentur pohon dan jatuh tersungkur duuggghh  krasssaaakkk,,, jatuh kedalam jurang.

Perempuan itu mati tanpa ada yang mengetahui jasad nya sampai sekarang. Kemudian ada seekor kucing  hutan menghampiri mayat  perempuan itu dan menggigit salah satu jari jempol perempuan  itu hingga putus,  kemudian membawanya ke dalam goa liar dan sampai saat itu kucing hutan itu tidak keluar lagi.

Semenjak peristiwa itulah setiap warga desa yang melintasi depan goa itu, pulangnya pasti meninggal dunia dengan membawa bekas  Cap Jempol di bagian tubuhnya. Kadang bekas Cap Jempol ditemukan di bagian leher, bahu, dada, dan punggung orang yang menimpanya.

Pernah mencoba melakukan pengusiran dengan membacakan mantra, sesajen, kekuatan supranatural lainnya tetap tidak memberi pengaruh malah semakin menjadi-jadi anak kecil termasuk jadi korban hantaman Cap Jempol atau setan jempol.

Hingga suatu hari, ada orang gila yang ingin melewati goa setan  jempol, tiba-tiba orang gila tersebut mendengar suara gemuruh menandakan setan jempol ingin memangsa korban yang awalnya pelan semakin dekat semakin keras suara gemuruh, semakin dekat semakin keras dan orang gila tersebut tanpa sengaja dan refleks tepat berada di depannya, orang gila itu langsung mengangkat tangan dan mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan setan jempol, namun apa disangka ternyata setan jempol itu tiba-tiba menghilang entah kemana perginya.

Semenjak peristiwa itulah kehidupan penduduk desa sekitar aman dan normal kembali tanpa ada yang mengetahui siapa yang mengusir atau membunuh si setan jempol itu.

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/12/06/setan-jempol-514614.html


Salam JEMPOL

Tuesday, March 18, 2014

Jempol Menempel di Steak

Seorang pelayan membawa steak daging yang diorder oleh salah satu pelanggan restoran tersebut, dengan ibu jari menempel di atas daging ketika pelayan itu membawa piring sajinya.

"Apakah kamu gila?" keluh pelanggan, "Mengapa jempol kamu menempel di steak saya??!!"

"Apa?" jawab pelayan, "Apakah Anda ingin steaknya jatuh lagi di lantai?"

Sumber: http://www.ketawa.com/2012/11/8311-jempol-menempel-di-steak.html


Salam JEMPOL

Lagi Nganggur Saya Parkirkan Jempol Saya Disitu,,,

Dulandeh masuk restoran mewah dan memesan lengkap mulai dari teh hangat, appetizer, dessert dan bandrek temulawak hangat.

Teh datang, tapi Dulandeh kaget melihat jempol kanan si pelayan masuk ke tehnya.

Membatin Dulandeh: "Wah gila, tapi nggak sengaja kali,,,!"

Dengan tenang dihirupnya tehnya, tiga menit kemudian sup jamurnya diantar: "Astaga jempolnya lagi-lagi masuk,,,!

Walau sudah kesal, tapi ini kan restoran mewah jadi nggak bisa marah sembarangan seperti di warteg langganannya.

"Sabar, Sabar,,,!" dalam hati si Dulandeh.

Habis sup diangkat mangkoknya, datanglah spaghetti.

"Brengsek,,,! jempolnya masuk juga. Wah, ini sudah kelewatan,,,!"

Tapi karena lapar, ditahannya amarahnya dengan niat nanti mau memanggil manager restoran,,,

Dilahaplah spaghetti dan matanya mulai mencari sang manager.

Habis spaghetti, dinantikannya bandrek dan: "Sialan ini pelayan. Jempolnya
ikut juga masuk ke bandrek hangat,,,!"

Naik pitam si Dulandeh teriak keras: "Eh, Pak Manager sini,,,!"

Tergopoh-gopoh si manager datang: "Ada apa Pak,,,?"

Dulandeh ngomong sengit: "Itu anak buahmu edan. Masa jempol tangan kanannya masuk ke semua makanan dan minuman yang kupesan,,,!"

Dengan terkejut si manager bertanya: "Ah masa sih Pak,,,? Onyod sini kamu, apa benar jempolmu kamu masukkan ke pesanan tamu,,,?"

Onyod menjawab: "Iya, betul, Pak,,,!"

Marahlah si manager: "Gila kamu,,,!, Kenapa begitu,,,? Kan kamu sudah diajari dan nggak boleh seperti itu,,,!"

(Dulandeh senang karena diperhatikan, pikirnya dalam hati: "Wah alamat makan gratis nih,,,!")

Onyod menjawab: "Jempol saya keseleo Pak, kata Dokter mesti dihangatkan terus, makanan kan hangat, jadi saya taruh saja di situ,,,!"

Mendengar itu, marahlah Dulandeh: "Kurang ajar kamu, mau hangat ya? Nah kalau mau hangat terus saya ajarin ya: masukin tuh jempolmu ke lubang anus mu,,,! Disitu kan sangat hangat,,,!!"

Onyod yang tampangnya lugu ini menjawab tenang: "Iya betul Pak, saya tahu itu kok,,,! Kalau lagi nunggu makanan di dapur, biasanya SAYA PARKIRKAN JUGA jempol saya sementara di situ,,,"

Sumber: http://jokes.web.id/read/?r=1209258


Salam JEMPOL

Jempol doang yang Keseleo

Seorang kakek yang duduk di kursi roda ditanyai Toni, Cucunya.

Toni: Kek,tadi aku liat di TV ada orang mau bunuh diri lompat dari Rumah Susun tapi Gak Mati,cuma tangannya yang pegel.

Kakek: Itu masih biasa.

Toni: Biasa gimana kek?(Penasaran)

Kakek: Dulu kakek pernah jatuh dari Lantai 49,Tapi cuma Jempol doang yang keseleo.

Toni: Widdih...Hebat banget kek!Terus?

Kakek: Jempol doang keseleo,YANG LAINNYA PATAH!

Toni: JyyyyaaaaaaaahhhhhHhh hh....

Sumber: http://jokes.web.id/read/?r=1207475


Salam JEMPOL

SUKSES BERAWAL DARI “JEMPOL” (Sukses Mulia Versi Obama)

Oleh: Ribut Achwandi (Riboet Gondrong)

Disampaikan di hadapan peserta Seminar Sukses Mulia dalam rangka Festival SuksesMulia
di Gedung H. A. Djunaid Convention Center, Pekalongan, Sabtu 13 Juli 2013.


Saya merasa bahwa saya bukanlah orang yang tepat untuk menyampaikan materi tentang apa itu sukses mulia? Bagaimana seseorang bisa sukses dan mulia? Sebab,saya merasa bahwa saya bukanlah orang yang sukses. Tetapi, karena saya diamanati untuk menyampaikan materi ini, maka apa yang saya lakukan pada hari ini adalah mengajak kita semua, saya dan hadirin untuk sama-sama belajar tentang kesuksesan dan belajar menjadi orang sukses.

Saya yakin, bahwa dari sekian banyak hadirin yang ada di hadapan saya sebenarnya adalah orang yang sukses. Maka dari itu, izinkan saya dengan kelancangan saya ini, mengajak Anda untuk saling belajar, ngangsu kawruh bab kesuksesan. Tentunya, dalam kapasitas saya yang terbatas, saya akan membahas kesuksesan itu dari terminologi yang saya pahami. Jika, ada dari hadirin yang lebih tahu, maka saya sangat berharap kita bisa saling berbagi.

Mungkin kita tidak pernah percaya bahwa salah satu modal rahasia suksesnya Presiden Amerika Serikat, Barack Obama adalah jempol (ibu jari). Tetapi, itulah kenyataannya, jempol Obama menjadi fenomena bagi dunia politik Amerika saat itu.

Meski demikian, apa yang dilakukan Obama dengan jempolnya bukanlah hal klenik, atau bahkan sebagai sesuatu yang di luar nalar. Bahkan, kalau kita simak secara saksama di situs-situs jejaring sosial, khususnya facebook, pernahkan kita pikirkan mengapa hanya ada jempol di sana? Kok tidak yang lain? Ada misteri apa di balik jempol?

Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media di Amerika, jempol Obama pernah menjadi sebuah fenomena di kalangan politisi Amerika, terutama saat ia harus berhadapan dengan kompetitor politiknya yang sama-sama menjadi calon Presiden, Mitt Romney dalam sebuah debat publik calon presiden.

Obama, kala itu menggunakan ibu jarinya untuk menunjuk Romney. Tentu, hal itu dinilai oleh publik Amerika sebagai kejanggalan. Tetapi, hal itu mampu memberikan sugesti pada publik Amerika pada waktu itu, bahwa Obama dipandang sebagai seorang politisi yang rendah hati dan mampu menganggap lawan sebagai kawan. Setidaknya, hal itu mencerminkan bahwa Obama menunjukkan sikap respek pada lawan mainnya.

Bahkan seorang penulis buku budaya asal Inggris, Edward L Fox menganggap Obama adalah seorang Presiden Amerika yang njawani, dia adalah Raja Amerika. Sebab, bagaimanapun seorang lawan pada dasarnya adalah kawan yang dapat memberi nasihat pada kita tentang hal-hal buruk yang — mungkin tidak kita sadari — ada pada kita. Lalu,yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana awalnya Obama bersikap demikian?

Adalah sang ibunda tercinta, Dunham, yang pada mulanya mengajari Obama agar menggunakan ibu jari untuk menunjuk orang lain. Dunham adalah seorang antropolog yang membidangi studi tentang pembangunan desa. Selama hidup di Indonesia, Dunham juga telah banyak melakukan penelitian tentang budaya masyarakat Indonesia, hingga akhirnya jatuh cinta pada salah satu bentuk budaya masyarakat Indonesia, yakni Jawa.

Dalam pandangan Dunham, budaya Jawa merupakan sebentuk budaya masyarakat yang adem ayem. Oleh sebab itu, ia katakan pula bahwa siapapun yang telah mengunjungi pulau Jawa akan tahu nilai besar orang Jawa, yakni tempat bagi mempertahankan sikap tenang, hubungan sosial yang harmonis, dan tidak pemarah. Rasa cinta itulah yang pada gilirannya membuat Dunham menganggap perlu pula ditanamkan pada putranya dengan memberi dukungan pada Obama untuk belajar tentang budaya Jawa, yang tentunya juga belajar tentang falsafah hidup orang Jawa.

Dari situ pula, kemudian Obama banyak mengadopsi nilai-nilai falsafah hidup orang Jawa, yang salah satunya adalah penggunaan ibu jari untuk menunjuk orang lain/lawan bicara. Dalam budaya Jawa, menunjuk orang dengan menggunakan jari telunjuk dinilai kurang sopan dan kurang santun, sebab pada saat itu orang yang demikian dianggap sebagai orang yang tinggi hati dan menganggap remeh lawan bicara.

Prinsip hidup orang Jawa adalah menempatkan orang lain, bahkan musuh sekalipun sebagai orang yang perlu dihormati. Tetapi, bukan dalam rangka menjadikan diri kita sebagai seorang penjilat, sebab penghormatan terhadap orang lain atau bahkan musuh itu, dalam falsafah hidup orang Jawa harus dilakukan dengan rasa tulus, sebagai sikap dan sifat ‘andhap asor’ (rendah hati).

Sikap rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Di dalam sikap rendah hati terkandung maksud, seseorang tidak ingin mengunggulkan diri ‘adigang, adigung, lan adiguna’, meski ia memiliki kemampuan lebih. Oleh sebab itu, orang yang ‘andhap asor’ tidak mudah tergoda dengan puji-pujian.

Sebab, musuh sejati bagi kesuksesan yang mulia adalah pujian, bukan kegagalan, dan kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kita puas dipuji-puji. Jokowi (Joko Widodo) adalah salah seorang yang sukses dengan prinsip itu. Bahkan, meski ia sukses memenangi Pilkada Gubernur DKI Jakarta, Jokowi masih saja tampil sebagai orang biasa-biasa saja. Dalam sebuah seminar tentang kewirausahaan baru-baru ini di Jakarta, Jokowi mengatakan bahwa dirinya belum menjadi orang sukses.

Di lain hal, orang Jawa dalam sejarah kebudayaannya adalah sebuah bangsa yang tidak mengenal istilah musuh. Sebab, dalam prinsip hidup orang Jawa hanya dikenal istilah ‘paseduluran’, ‘paguyuban’, atau ‘patembayan’. Maka dari itu, orang Jawa sangat bisa melakukan akulturasi budaya. Selalu bisa menerima setiap budaya yang dibawa oleh para pendatang, sehingga makin memperkaya khazanah kebudayaan yang dijalani oleh orang Jawa. Di sisi lain, hal demikian juga menunjukkan bahwa orang Jawa dengan falsafah Jawanya adalah orang yang tahan banting. Bukan karena kesaktiannya, bukan pula karena kehebatannya, karena tujuan hidup orang Jawa bukanlah kasekten, melainkan kamukten dan kamulyan.

Ajaran falsafah hidup Jawa pada hakikatnya telah mengajarkan tentang keuletan. Di dalamnya termaktub pula ajaran agar kita senantiasa bisa melakukan kerja-kerja cerdas, mencipta karya bukan sebatas melakukan sebuah rutinitas yang kemudian ditradisikan menjadi ritual. Orang Jawa percaya bahwa kerja hanyalah sarana bukan sebuah pencapaian atau tujuan. Kerja adalah sarana untuk memroses diri agar dapat mencipta karya dalam pemahaman karya sebagai daya olah nalar, rasa,karsa, dan cipta.

Empat pilar inilah yang sebenarnya terus perlu diolah agar karya menjadi berguna. Dan saat karya itu berguna, itulah kesuksesan yang mencapai kata mulia. Sebuah cita rasa sukses yang menuju pada kata mulia.

Pada akhirnya, sebelum saya menuntaskan pembicaraan ini, saya ingin mengajak pada semua untuk memeriksa hal-hal yang terlewat oleh kita. Bahwa ternyata ajaran tentang “jempol” sudah dipakai oleh dunia. Dalam beragam temuan teknologi canggih seperti sekarang ini, jempol telah banyak digunakan di berbagai macam fasilitas, seperti cap jempol sebagai pengganti tanda tangan kita, presensi kehadiran di beberapa kantor (finger print), di facebook, youtube, blog, dan lain sebagainya.

Dan betapa mudah kita memanfaatkan jempol-jempol itu, terutama di media sosial, untuk menyukai status atau komentar orang lain. Tetapi, dalam kehidupan nyata apakah kita mudah untuk menjempol orang lain? Padahal, di dalam jempol ada energi positif. Seseorang tak harus memberikan kritik pedas terhadap pernyataan orang lain, cukup dengan jempol, insya Allah ia pun akan menjadi sadar bahwa apa yang dilakukannya barangkali adalah keliru.

Dan seseorang tidak akan jatuh miskin hanya karena menjempol orang lain bukan? Obama, bahkan yang merupakan keturunan budak sekalipun tak sungkan memberi jempol pada lawan politiknya di depan publik. Akhirnya, selamat berbagi jempol untuk kesuksesan kita semua. Jempol adalah cinta, energi positif yang perlu selalu kita pancarkan. Dari cinta, pula kita akan mendapatkan kekuatan untuk dapat meraih harta, tahta, dan wanita.

Sebagai catatan akhir dari pembicaraan saya, berikut saya kutipkan salah satutembang macapat Mijil, //dedalane guna klawan sekti/kudu andhap asor/wani ngalah luhur wekasane/tumungkula lamun den dukani/bapang den singkiri/ana catur mungkur//.

Tembang ini memiliki makna mendalam yang bisa dipetik dan diamalkan sebagai orang Jawa, untuk bisa meraih kesuksesan yang mulia sebagaimana diidamkan dalam komunitas sukses mulia ini. Bahwa, kemuliaan itu dicapai melalui kemauan kita untuk rendah hati, berani mengalah tetapi bukan untuk kalah, mau belajar dari kesalahan dan kegagalan, mampu menyingkirkan dan mengalahkan segala rintangan seperti kemalasan pada diri, dan memperbanyak kawan dengan tidak menebar energi negatif/fitnah. Salam SUKSES MULIA!

Sumber: http://www.academia.edu/4017356/SUKSES_BERAWAL_DARI_JEMPOL_


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

KB Cap JEMPOL


Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh karena anaknya sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping usia pasangan ini sudah mendekati angka 50an. Soal KB masih awam, nggak ngerti .

Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik.

Pgw.: "Pak dokter, saya mau ikut KB. Anak saya sudah sembhilan, kasian isteri...pak !"

Dtr.: "Oh... begitu toh pak. Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi toh..."

Pgw.: "Njee... pak, tulung yo...."

Dkt.: "Baik... Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan kemasan pil KB), Ibu ne.. tinggal minum". Kalau yang ini, bapak yang pake (sambil memperlihatkan bungkus plastik kecil). Bapak pilih yang mana...?"

Pgw.: "Biar yang itu sajjaaa pak dokter... biar saya yang pake...kasian isteri kalau harus minum pil..."

Dkt.: "Baik... Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya beghini...!(sambil menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake 'e beghini, bapak ibuk aman... Ibuk 'e nggak bakalan hamil laghi...Ngerti toh... pak.."

Pgw.: "Njeee... pak dokter"..

Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena ternyata isterinya hamil lagi.

Pgw.: "Pak dokter pie toh pak..isteri saya kok hamil lagi..? "Katanya nggak bakal hamil.."!

Dkt.: "Hamil lagi?... nggak mungkin..."

Pgw.: "Benner lho pak... ini bapak liat sendhiri.. (sambil menunjuk pada isterinya yang berdiri disamping).

Dkt.: "Lha... bapak pakainya gimana...?"

Pgw.: "Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri saya, ya sudhahhh...!"

Dkt.: "Pak 'e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! "

Sumber: http://www.ketawa.com/2002/09/43-kb-cap-jempol.html


Salam JEMPOL

Saturday, March 15, 2014

Asuransi Syariah (Asuransi Taawun) Vs. Asuransi Konvensional


Bahaya, kerusakan dan kerugian adalah kenyataan yang harus dihadapi manusia di dunia ini. Sehingga kemungkinan terjadi resiko dalam kehidupan, khususnya kehidupan ekonomi sangat besar. Tentu saja ini membutuhkan persiapan sejumlah dana tertentu sejak dini.

Oleh karena itu banyak orang mengambil cara dan sistem untuk dapat menghindari resiko kerugian dan bahaya tersebut. Diantaranya dengan asuransi yang merupakan sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan resiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya.


Sistem ini sudah berkembang luas dinegara Indonesia secara khusus dan dunia secara umumnya. Sehingga memerlukan penjelasan permasalahan ini dalam tinjauan syari’at islam.

Asuransi Secara Umum

Kata asuransi ini dalam bahasa inggris disebut Insurance dan dalam bahasa prancis disebut Assurance. Sedangkan dalam bahasa arab disebut at-Ta’mien. Asuransi ini didefinisikan dalam kamus umum bahasa Indonesia sebagai perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu akan membayar uang kepada pihak yang lain, bila terjadi kecelakaan dan sebagainya, sedang pihak yang lain itu akan membayar iuran. [1]

Demikian juga telah didefinisikan dalam perundang-undangan negara Indonesia sebagai perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. [2]

Sedangkan sebagian ulama syari’at dan ahli fikih memberikan definisi yang beragam, diantaranya:

1. Pendapat pertama, asuransi adalah perjanjian jaminan dari fihak pemberi jaminan (yaitu perusahaan asuransi) untuk memberi sejumlah harta atau upah secara rutin atau ganti barang yang lain, kepada fihak yang diberi jaminan (yaitu nasabah asuransi), pada waktu terjadi musibah atau kepastian bahaya, yang dijelaskan dengan perjanjian, hal itu sebagai ganti angsuran atau pembayaran yang diberikan oleh nasabah kepada perusahaan. [3]

2. Pendapat kedua, asuransi adalah perjanjian yang mengikat diri penanggung sesuai tuntutan perjanjian untuk membayar kepada pihak tertanggung atau nasabah yang memberikan syarat tanggungan untuk kemaslahatannya sejumlah uang atau upah rutin atau ganti harta lainnya pada waktu terjadinya musibah atau terwujudnya resiko yang telah dijelaskan dalam perjanjian. Hal tersebut diberikan sebagai ganti angsuran atau pembayaran yang diberikan tertanggung kepada penanggung (pihak asuransi). [4]

3. Pendapat ketiga, asuransi adalah pengikatan diri pihak pertama kepada pihak kedua dengan memberikan ganti berupa uang yang diserahkan kepada pihak kedua atau orang yang ditunjuknya ketika terjadi resiko kerugian yang telah dijelaskan dalam akad. Itu sebagai imbalan dari yang diserahkan pihak kedua berupa sejumlah uang tertentu dalam bentuk angsuran atau yang lainnya. [5]

Dari definisi yang beraneka ragam tersebut terdapat kata sepakat dalam beberapa hal berikut ini:
  • Adanya ijab dan qabul dari pihak penanggung (al-Mu’ammin) dan tertanggung (al-Mu’ammin Lahu).
  • Adanya obyek yang menjadi arahan asuransi.
  • Tertanggung menyerahkan kepada penanggung (pengelola asuransi) sejumlah uang baik dengan tunai atau angsuran sesuai kesepakatan kedua belah pihak, yang dinamakan premi.
  • Penanggung memberikan ganti kerugian kepada tertanggung apabila terjadi kerusakan seluruhnya atau sebagiannya. Inilah asuransi yang umumnya berlaku dan ini dinamakan asuransi konvensional (al-Ta’mien al-Tijaari) yang dilarang mayoritas ulama dan peneliti masalah kontemporer dewasa ini. Juga menjadi ketetapan majlis Hai’ah kibar Ulama (majlis ulama besar Saudi Arabia) no. 55 tanggal 4/4/1397 H dan ketetapan no 9 dari Majlis Majma’ al-Fiqh dibawah Munazhomah al-Mu’tamar al-Islami (OKI). [6]

Demikian juga diharamkan dalam keputusan al-Mu’tamar al-’Alami al-Awal lil Iqtishad al-Islami di Makkah tahun 1396H. [7]

Kemudian para ulama memberikan solusi dalam masalah ini dengan merumuskan satu jenis asuransi syari’at yang didasarkan kepada akad tabarru’at [8] yang dinamakan at-Ta’mien at-Ta’awuni (asuransi ta’awun) atau at-Ta’mien at-Tabaaduli.

Pengertian Asuransi Ta’awun (at-Ta’mien at-Ta’awuni)

Para ulama kontemporer mendefinisikan at-Ta’mien at-Ta’awuni dengan beberapa definisi, diantaranya:

1. Pendapat pertama, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang yang memiliki resiko bahaya tertentu. Hal itu dengan cara mereka mengumpulkan sejumlah uang secara berserikat. Sejumlah uang ini dikhususkan untuk mengganti kerugian yang sepantasnya kepada orang yang tertimpa kerugian diantara mereka. Apabila premi yang terkumpulkan tidak cukup untuk itu, maka anggota diminta mengumpulkan tambahan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila lebih dari yang dikeluarkan dari ganti rugi tersebut maka setiap anggota berhak meminta kembali kelebihan tersebut. Setiap anggota dari asuransi ini adalah penanggung dan tertanggung sekaligus. Asuransi ini dikelola oleh sebagian anggotanya. Akan jelas gambaran jenis asuransi ini adalah seperti bentuk usaha kerjasama dan solidaritas yang tidak bertujuan mencari keuntungan (bisnis) dan tujuannya hanyalah mengganti kerugian yang menimpa sebagian anggotanya dengan kesepakatan mereka membaginya diantara mereka sesuai dengan tata cara yang dijelaskan. [9]

2. Pendapat kedua, asuransi ta’awun adalah kerjasama sejumlah orang yang memiliki kesamaan resiko bahaya tertentu untuk mengganti kerugian yang menimpa salah seorang dari mereka dengan cara mengumpulkan sejumlah uang untuk kemudian menunaikan ganti rugi ketika terjadi resiko bahaya yang sudah ditetapkan. [10]

3. Pendapat ketiga, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang membuat shunduq (tempat mengumpulkan dana) yang mereka danai dengan angsuran tertentu yang dibayar setiap dari mereka. Setiap mereka mengambil dari shunduq tersebut bagian tertentu apabila tertimpa kerugian (bahaya) tertentu.

4. Pendapat keempat, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang yang menanggung resiko bahaya serupa dan setiap mereka memiliki bagian tertentu yang dikhususkan untuk menunaikan ganti rugi yang pantas bagi yang terkena bahaya. Apabila bagian yang terkumpul (secara syarikat) tersebut melebihi yang harus dikeluarkan sebagai ganti rugi maka anggota memiliki hak untuk meminta kembali.

Apabila kurang maka para anggota diminta untuk membayar iuran tambahan untuk menutupi kekurangannya atau dikurangi ganti rugi yang seharusnya sesuai ketidak mampuan tersebut. Anggota asuransi ta’awun ini tidak berusaha merealisasikan keuntungan namun hanya berusaha mengurangi kerugian yang dihadapi sebagian anggotanya, sehingga mereka melakukan akad transaksi untuk saling membantu menanggung musibah yang menimpa sebagian mereka. [11]

Sehingga dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa asuransi ta’awun adalah bergeraknya sejumlah orang yang masing-masing sepakat untuk mengganti kerugian yang menimpa salah seorang dari mereka sebagai akibat resiko bahaya tertentu dan itu diambil dari kumpulan iuran yang setiap dari mereka telah bersepakat membayarnya. Ini adalah akad tabarru’ yang bertujuan saling membantu dan tidak bertujuan perniagaan dan cari keuntungan. Sebagaimana juga akad ini tidak terkandung riba, spekulasi terlarang, gharar dan perjudian. (tentang gharar, baca juga artikel Mengenal Jual-Beli Gharar)

Gambaran paling gampangnya adalah misalnya ada satu keluarga atau sejumlah orang membuat shunduq lalu mereka menyerahkan sejumlah uang yang nantinya dari kumpulan uang tersebut digunakan untuk ganti rugi kepada anggotanya yang mendapatkan musibah (bahaya). Apabila uang yang terkumpul tersebut tidak menutupinya, maka mereka menutupi kekurangannya. Apabila berlebih setelah penunaian ganti rugi tersebut maka dikembalikan kepada mereka atau dijadikan modal untuk masa yang akan datang. Hal ini mungkin dapat diperluas menjadi satu lembaga atau yayasan yang memiliki petugas yang khusus mengelolanya untuk mendapatkan dan menyimpan uang-uang tersebut serta mengeluarkannya. Lembaga ini boleh juga memiliki pengelola yang merencanakan rencana kerja dan managementnya. Semua pekerja dan petugas berikut pengelolanya mendapatkan gaji tertentu atau mereka melakukannya dengan sukarela. Namun semua harus dibangun untuk tidak cari keuntungan (bisnis) dan seluruh sisinya bertujuan untuk ta’awun (saling tolong menolong). [12]

Dari sini dapat dijelaskan karekteristik asuransi ta’awun sebagai berikut:
  • Tujuan dari asuransi ta’awun adalah murni takaful dan ta’awun (saling tolong menolong) dalam menutup kerugian yang timbul dari bahaya dan musibah.
  • Akad asuransi ta’awun adalah akad tabarru’. Hal ini tampak tergambarkan dalam hubungan antara nasabah (anggotanya), dimana bila kurang mereka menambah dan bila lebih mereka punya hak minta dikembalikan sisanya.
  • Dasar fikroh asuransi ta’awun ditegakkan pada pembagian kerugian bahaya tertentu atas sejumlah orang, dimana setiap orang memberikan saham dalam membantu menutupi kerugian tersebut diantara mereka. Sehingga orang yang ikut serta dalam asuransi ini saling bertukar dalam menanggung resiko bahaya diantara mereka.
  • Pada umumnya asuransi ta’awun ini berkembang pada kelompok yang punya ikatan khusus dan telah lama, seperti kekerabatan atau satu pekerjaan (profesi).
  • Penggantian ganti rugi atas resiko bahaya yang ada diambil dari yang ada di shunduq (simpanan) asuransi, apabila tidak mencukupi maka terkadang diminta tambahan dari anggota atau mencukupkan dengan menutupi sebagian kerugian saja. [13]

Perbedaan Antara Asuransi Ta’awun dan Konvensional. [14]

Dari karekteristik diatas dan definisi yang disampaikan para ulama kontemporer tentang asuransi ta’awun dapat dijelaskan perbedaan antara asuransi ini dengan yang konvensional. Diantaranya:

1. Asuransi ta’awun termasuk akad tabarru yang bermaksud murni takaful dan ta’awun (saling tolong menolong) dalam menutup kerugian yang timbul dari bahaya dan musibah. Sehingga premi dari anggotanya bersifat hibah (tabarru’). Berbeda dengan asuransi konvensional yang bermaksud mencari keuntungan berdasarkan akad al-Mu’awwadhoh al-Ihtimaliyah (bisnis oriented yang berspekulasi yang dalam bahasa Prancis contrats aleatoirs).

2. Penggantian ganti rugi atas resiko bahaya dalam asuransi ta’awun diambil dari jumlah premi yang ada di shunduq (simpanan) asuransi. Apabila tidak mencukupi maka adakalanya minta tambahan dari anggota atau mencukupkan dengan menutupi sebagian kerugian saja. Sehingga tidak ada keharusan menutupi seluruh kerugian yang ada bila anggota tidak sepakat menutupi seluruhnya. Berbeda dengan asuransi konvensional yang mengikat diri untuk menutupi seluruh kerugian yang ada (sesuai kesepakatan) sebagai ganti premi asuransi yang dibayar tertanggung. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi mengikat diri untuk menanggung semua resiko sendiri tanpa adanya bantuan dari nasabah lainnya. Oleh karena itu tujuan akadnya adalah cari keuntungan, namun keuntungannya tidak bias untuk kedua belah pihak. Bahkan apabila perusahaan asuransi tersebut untung maka nasabah (tertanggung) merugi dan bila nasabah (tertanggung) untung maka perusahaan tersebut merugi. Dan ini merupakan memakan harta dengan batil karena berisi keuntungan satu pihak diatas kerugian pihak yang lainnya.

3. Dalam asuransi konvensional bisa jadi perusahaan asuransi tidak mampu membayar ganti rugi kepada nasabahnya apabila melewati batas ukuran yang telah ditetapkan perusahaan untuk dirinya. Sedangkan dalam asuransi ta’awun, seluruh nasabah tolong menolong dalam menunaikan ganti rugi yang harus dikeluarkan dan pembayaran ganti rugi sesuai dengan yang ada dari peran para anggotanya.

4. Asuransi ta’awun tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan dari selisih premi yang dibayar dari ganti rugi yang dikeluarkan. Bahkan bila ada selisih (sisa) dari pembayaran klaim maka dikembalikan kepada anggota (tertanggung). Sedangkan sisa dalam perusahaan asuransi konvensional dimiliki perusahaan.

5. Penanggung (al-Mu’ammin) dalam asuransi ta’awun adalah tertanggung (al-Mu’ammin Lahu) sendiri. Sedangkan dalam asuransi konvensional, penanggung (al-Mu’ammin) adalah pihak luar.

6. Premi yang dibayarkan tertanggung dalam asuransi ta’awun digunakan untuk kebaikan mereka seluruhnya. Karena tujuannya tidak untuk berbisnis dengan usaha tersebut, namun dimaksudkan untuk menutupi ganti kerugian dan biaya operasinal perusahaan saja Sedangkan dalam system konvensional premi tersebut digunakan untuk kemaslahatan perusahaan dan keuntungannya semata Karena tujuannya adalah berbisnis dengan usaha asuransi tersenut untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari pembayaran premi para nasabahnya.

7. Asuransi ta’awun bebas dari riba, spekulasi dan perjudian serta gharar yang terlarang. Sedangkan asuransi konvensional tidak lepas dari hal-hal tersebut.

8. Dalam asuransi ta’awun, hubungan antara nasabah dengan perusahaan asuransi ta’awun ada pada asas berikut ini:

a. Pengelola perusahaan melaksanakan managemen operasional asuransi berupa menyiapkan surat tanda keanggotaan (watsiqah), mengumpulkan premi, mengeluarkan klaim (ganti rugi) dan selainnya dari pengelolaannya dengan mendapatkan gaji tertentu yang jelas. Itu karena mereka menjadi pengelola operasional asuransi dan ditulis secara jelas jumlah fee (gaji) tersebut.

b. Pengelola perusahaan melakukan pengembangan modal yang ada untuk mendapatkan izin membentuk perusahaan dan juga memiliki kebolehan mengembangkan harta asuransi yang diserahkan para nasabahnya. Dengan ketentuan mereka berhak mendapatkan bagian keuntungan dari pengembangan harta asuransi sebagai mudhoorib (pengelola pengembangan modal dengan mudhorabah).

c. Perusahaan memiliki dua hitungan yang terpisah. Pertama untuk pengembangan modal perusahaan dan kedua hitungan harta asuransi dan sisa harta asuransi murni milik nasabah (pembayar premi).

d. Pengelola perusahaan bertanggung jawab apa yang menjadi tanggung jawab al-Mudhoorib dari aktivitas pengelolaan yang berhubungan dengan pengembangan modal sebagai imbalan bagian keuntungan mudhorabah, sebagaimana juga bertanggung jawab pada semua pengeluaran kantor asuransi sebagai imbalan fee (gaji) pengelolaan yang menjadi hak mereka. [15]

Sedangkan hubungan antara nasabah dengan perusahan asuransi dalam asuransi konvensional adalah semua premi yang dibayar nasabah (tertanggung) menjadi harta milik perusahaan yang dicampur dengan modal perusahaan sebagai imbalan pembayaran klaim asuransi. Sehingga tidak ada dua hitungan yang terpisah.

1. Nasabah dalam perusahaan asuransi ta’awun dianggap anggota syarikat yang memiliki hak terhadap keuntungan yang dihasilkan dari usaha pengembangan modal mereka. Sedangkan dalam asuransi konvensional, para nasabah tidak dianggap syarikat, sehingga tidak berhak sama sekali dari keuntungan pengembangan modal mereka bahkan perusahan sendirilah yang mengambil seluruh keuntungan yang ada.

2. Perusahaan asuransi ta’awun tidak mengembangkan hartanya pada hal-hal yang diharamkan. Sedangkan asuransi konvensional tidak memperdulikan hal dan haram dalam pengembangan hartanya.
Demikianlah beberapa perbedaan yang ada. Mudah-mudahan semakin memperjelas permasalahan asuransi ta’awun ini. Wabillahittaufiq.

Referensi:
  1. Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta)
  2. Al-’Uquud Al-Maaliyah Al-Murakkabah, Dirasat fiqhiyah ta’shiliyah wa tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani, cetakan pertama tahun 2006M, Dar Kunuuz Isybiliyaa, KSA
  3. al-Fiqhu al-Muyassarah, Qismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa, cetakan pertama tahun 1425H, Madar Al Wathoni LinNasyr, Riyadh, KSA
  4. Fiqhu an-Nawaazil, Dirasah Ta’shiliyah Tathbiqiyat, DR. Muhammad bin Husein al-Jiezaani, cetakan pertama tahun 1426H, dar Ibnu al-Juazi.
  5. Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2. (lihat aldoijy@awalnet.net.sa atau www.saaid.net)

Footnotes:
[1] Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan W.J.S Purwodarminto, cetakan ke-8 tahun 1984, Balai Pustaka, hal 63.
[2] Lihat Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian.
[3] Lihat pembahasan tentang asuransi oleh Ustadz Muslim Atsary pada artikel Menyoal Asuransi Dalam Islam
[4] Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta) Saudi Arabiya, 4/36.
[5] At-Ta’mien wa Ahkamuhu oleh al-Tsanayaan hal 40, dinukil dari kitab Al-’Uquud Al-Maaliyah Al-Murakkabah, Dirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah Wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani, cetakan pertama tahun 2006M, Dar Kunuuz Isybiliyaa, KSA hal. 288.
[6] Lihat al-Fiqhu al-Muyassarah, Qismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa, cetakan pertama tahun 1425H, Madar Al Wathoni LinNasyr, Riyadh, KSA hal. 255.
[7] Fiqhu an-Nawaazil, Dirasah Ta’shiliyah Tathbiqiyat, DR. Muhammad bin Husein al-Jiezaani, cetakan pertama tahun 1426H, dar Ibnu al-Juazi, 3/267.
[8] Akad Tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial, lihat Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
[9] Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnahu ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta) Saudi Arabiya, 4/38.
[10] Nidzom at-Ta’mien, Musthofa al-Zarqa’ hal. 42 dinukil dari kitab al-’Uquud al-Maaliyah al-Murakkabah, Dirasat fiqhiyah ta’shiliyah wa tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal. 289.
[11] Al-Ghoror wa Atsaruhu fi al-’Uquud, DR. al-Dhoriir, cetakan kedua dari Mathbu’aat Majmu’ah Dalah al-Barokah, hlm 638 dinukil dari Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2. (lihat aldoijy@awalnet.net.sa atau www.saaid.net )
[12] Lihat tentang hal ini dalam pembahasan at-Ta’mien at-Ta’awuni al-Murakkab dalam kitabal-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal. 291-311.
[13] Kelima karekteristik ini diambil dari kitab al-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal 290-291
[14] kami ringkas dari dua sumber yaitu Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2-3 dan al-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal 290-291 serta al-Fiqhu al-MuyassarahQismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa hlm 255-256
[15] Sebagaimana menjadi hasil keputusan dari Nadwah (Simposium) al-Barkah ke 12 untuk ekonomi islam, ketetapan dan anjuran Nadwah al-Barkah lil Iqtishad al-Islami hal. 212.

Sumber: http://fiqhislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=27532:asuransi-syariah-asuransi-taawun-vs-asuransi-konvensional&catid=159:ekonomi-bisnis-dan-keuangan-syariah&Itemid=197


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Tiga Makanan Ampuh Obati Keracunan Makanan



KERACUNAN makanan, isunya sempat marak di media sosial pekan lalu. Agar tidak terjebak pada kasus serupa, ketahui beberapa bahan makanan untuk pencegahannya.

Bagi Anda yang keracunan makanan, Chef Winnie Kusuma Wardhani, membeberkan cara untuk mengatasinya. "Biasanya keracunan makanan akan terjadi setelah beberapa jam usai Anda mengonsumsi makanan yang tidak segar," ucapnya kepada Okezone usai acara peluncuran Sealicious The Online Cooking Class Pertama di Indonesia oleh Fiesta Seafood di Jakarta, Rabu (5/4/2014).

Yuk, simak bahan makanan yang bisa dikonsumsi guna mencegah keracunan makanan:

Air kelapa

Bahan makanan yang satu ini memang sudah umum untuk mengobati keracunan makanan. Anda bisa mengonsumsi air kelapa sebab punya fungsi untuk menetralisir racun.

Dalam mengonsumsi air kelapanya pun ada aturannya. Air kelapa sebaiknya tidak diberi es batu karena suhu air kelapa bisa berubah.

"Sel-sel yang ada di dalam air kelapa akan membeku, proses pembuangan racunnya jadi terhambat," tambahnya.

Susu

Jika tak mendapatkan air kelapa, Anda bisa mencari pertolongan pertama dengan mengonsumsi susu. Untuk susunya, cukup dikonsumsi sebanyak 200 ml atau setara dengan satu cangkir.

Chef Winnie menambahkan, Anda tak perlu khawatir bila mengonsumsi susu secara berlebihan. "Minum saja susu apa saja, dingin atau tidak, tapi harus segar, baik susu cair ataupun susu kental manis.

Usahakan mengonsumsi susu yang tak memiliki warna alias susu putih," bebernya.

Arang

Mungkin Anda akan terasa aneh karena harus menyantap arang. Penggunaan arang di sini adalah arang yang biasa dipakai untuk memanggang. Memang, mengonsumsi arang berlebihan akan berbahaya karena arang memiliki kadar karbon. Karena arang susah ditemui, ada baiknya siapkan arang untuk selalu ada di dalam tas Anda.

"Cukup dimakan mentah, karena arang itu punya kadar karbon jadinya cukup ampuh dikonsumsi bila mengalami keracunan makanan. Makan sedikit saja," tutupnya.

Sumber: http://gayahidup.plasa.msn.com/kesehatan/makanan-sehat/okezone/tiga-makanan-ampuh-obati-keracunan-makanan


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Tuesday, March 11, 2014

Middle-Class Moslem

by yuswohady



Bulan-bulan ini saya bareng tim di Inventure sedang sibuk-sibuknya menyiapkan sebuah research project mengenai perilaku konsumen kelas menengah muslim (middle-class moslem) di Indonesia. Very challenging! Kenapa? Karena, tak cuma potensinya yang luar biasa besar, tapi juga dinamika perubahannya beberapa tahun terakhir mencengangkan.
Bahkan saya berani mengatakan selama 5 tahu terakhir pasar middle-class moslem di Indonesia telah mengalami revolusi karena adanya pergeseran perilaku yang sangat mendasar. Tak heran jika kemudian pasarnya menggeliat dan marketer langsung pasang kuda-kuda untuk meraupnya. Berikut ini adalah catatan saya mengenai fenomena menggeliatnya pasar middle-class moslem  di Indonesia.

Boom Bank Syariah 
Sejak pertama kali dirintis Bank Muamalat pada tahun 1991, bank syariah di Indonesia tumbuh luar biasa mencapai hampir 40% tiap tahunnya, jauh melebihi pertumbuhan bank konvensional yang tak sampai 20%. Memang penetrasinya belum mencapai 5% (total aset) dari total pasar perbankan, namun geliat perkembangannya sungguh menjanjikan. Hingga akhir 2013 setidaknya kita telah memiliki 11 bank umum syariah (BUS), 23 bank syariah dalam bentuk unit usaha syariah (UUS), dan 160 bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Kantor cabangnya mencapai 2.925 dan telah menggaet sekitar 12 juta lebih akun nasabah dengan dana pihak ketiga (DPK) yang diraup mencapai lebih dari Rp 175 triliiun. Luar biasa!!!

Revolusi Hijabers
Saya kira belum sampai lima tahun “revolusi hijab” terjadi di Tanah Air. Mendadak berbusana hijab menjadi tren gaya hidup (fesyen, kosmetik, asesoris) yang menjalar bak virus ganas ke seluruh penjuru tanah air. Menariknya, tiba-tiba berhijab menjadi sesuatu yang cool, modern, trendy, techy, dan begitu diminati. Saya jadi ingat pagelaran puisi Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) berjudul “Lautan Jilbab” di kampus UGM sekitar 30 tahun lalu (kala itu masih SMA). Waktu itu saya hanya bisa membayangkan, karena memang belum kejadian. Tapi kini “lautan jilbab” itu telah hadir di mana-mana: di jalan-jalan, di mal-mal, di seminar-seminar, di acara-acara TV. Betul-betul revolusi.

Kosmetik Muslim Kian Kinclong
Wardah adalah fenomena. Seiring dengan maraknya middle-class moslem dan revolusi hijabers, Wardah muncul sebagai pemain yang tiba-tiba menyeruak mencapai puncak sukses. Para pesaing “konvensional”-nya kebit-kebit karena takut kue pasarnya terpangkas. Iklannya di TV muncul hampir tiap hari. Brand ambassador-nya gonta-ganti (dari Inneke Koesherawati hinggaDewi Sandra). Varian produk dan subbrand-nya berkembang pesat. Sukses Wardah tak sepenuhnya karena kehebatan strategi. Sukses Wardah tak lepas dari rejeki nomplok yang muncul karena menggeliatnya pasar muslimah. Dalam waktu cepat pasar kosmetik muslimah ini bergeser dari niche (ceruk) menjadi mainstream (massal), dan Wardah beruntung bisa “menunggangi” pergeseran tersebut.

Rutin Berumroh, Why Not? 
Meningkatnya daya beli middle-class moslem yang diikuti dengan murahnya biaya bepergian ke luar negeri (…thanks to budget airlines) membuat bepergian ke Tanah Suci menjadi demikian mudah dan terjangkau. Hasilnya gampang ditebak: industri travel religi (umroh, haji, wisata keagamaan) menggeliat menjadi bisnis menggiurkan. Saya kadang nggak habis pikir, di beberapa daerah kantong muslim seperti Jawa Timur, antrian haji bisa mencapai belasan tahun. Ya, karena yang mau berhaji meluap, sementara jatah dari pemerintah Arab Saudi tetap jalan di tempat. Rutin berumroh (tiga tahun sekali, bahkan setiap tahun) kini juga mulai banyak kita temui di kalangan keluarga muslim di Tanah Air.

Hotel Syariah Menjamur
Label syariah kini kian seksi. Apa-apa yang berlabel syariah kini kian diminati. Contohnya hotel. Dulu saya nggak kebayang, hotel kok syariah. Namun sejak beberapa tahun terakhir hotel model baru ini tumbuh pesat. Itu artinya, pasarnya ada dan bertumbuh. Diawali oleh Hotel Sofyan sebagai pionir yang beralih dari hotel konvensional menjadi hotel syariah sejak tahun 1994, hotel syariah kini menjamur mencapai populasi 50-100 hotel. Dulu konsep ini aneh, tapi kini sudah mulai diterima konsumen muslim. Mereka mengaku citra hotel syariah yang “bersih” dan bernuansa religius membuat konsumen mendapatkan kenyamanan sekaligus keimanan sebagai seorang muslim. Dan yang pasti hotel syariah diminati ibu-ibu yang kita tahu menguasai 80% pengeluaran rumah tangga.

Kegairahan Budaya Islam
Menggeliatnya pasar middle-class moslem juga tercermin dari tumbuh pesatnya apa yang saya sebut “produk-produk budaya bernuansa Islam” seperti buku atau novel bernuansa Islam, appsbernuansa Islam, film bernuansa Islam, musik bernuansa Islam, termasuk dakwah Islam. Novel dan film “Ayat-Ayat Cinta” menjadi trigger dari menggeliatnya pasar novel Islam di Indonesia. Di dunia dakwah kita juga menyaksikan kegairahan baru dimana para ustad bermunculan sebagai sosok yang down to earth, merakyat, modern, techy, bahkan gaul. Dimulai dari Aa Gym, kemudian beranak-pinak dari ustad Jefri hingga ustad Solmed.

Kewirausahaan Muslim
Kewirausahaan muslim adalah tren yang hot di tanah air beberapa tahun terakhir.  Driver-nya adalah komunitas-komunitas wirausahawan muslim yang menjamur di seluruh tanah air, salah satunya adalah Tangan Di Atas (TDA). Komunitas yang berdiri tahun 2006 ini kini telah hadir di hampir 50 kota dengan anggota milis mencapai puluhan ribu anggota. Tahun lalu saya diminta menjadi pembicara Wanita Wirausaha (Wanwir) Majalah Femina di berbagai kota. Saya surprise luar biasa, karena di setiap kota yang saya kunjungi sebagian besar peserta berjilbab, alias wirausahawan muslimah.

Kian Kaya, Kian Bersedekah
Hot-nya pasar middle-class moslem tak hanya tercermin dari urusan beli produk dan layanan. Menggeliatnya pasar middle-class moslem juga tercermin dari makin getolnya mereka bersedekah dan membayar zakat. Survei Inventure tahun 2013 menunjukkan bahwa pengeluaran kelas menengah untuk zakat dan sumbangan mencapai5,4% dari total pengeluaran bulanan, sebuah angka yang cukup besar. Teman saya, mas Thoriq Helmi, salah satu direktur di Dompet Duafa, pernah bilang ke saya, bahwa sedekah dan zakat yang ditampung Dompet Duafa selama ini sebagian besar diperoleh dari middle-class moslem, dan potensinya terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Dan menariknya, “90% lebih mereka membayar zakat via electronic channel seperti transfer ATM, debit, dll,” ujar mas Thoriq. Upzzz, techy amat!!!

Label Halal Jadi Rebutan
Dulu label halal tidak begitu diperhatikan konsumen kita. Namun kini, label halal mulai dilirik dan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian konsumen. Tak heran jika kemudian perusahaan berlomba-lomba melabeli produknya dengan stiker halal. Ujung-ujungnya bisnis label halal pun ikutan menggeliat. Barangkali karena hal ini dua instansi kita berebut untuk mendapatkan hak mensertifikasi produk halal. Upzzzz…  Nggak ikut-ikut ahhh.

Sumber: http://www.yuswohady.com/2014/03/08/middle-class-moslem/


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Monday, March 10, 2014

Ini yang Dirasakan Tubuh Kalau Punya Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi sering dijuluki 'silent killer' karena sering tak bergejala tapi berakibat fatal. Namun dalam

"Paling sering tanpa gejala, tapi ada juga beberapa gejala yang di dapat," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg.

Berikut beberapa gejala yang paling sering didapati pasien kolesterol tinggi antara lain:
beberapa kasus, kolesterol tinggi juga dapat menunjukkan gejala pada tubuh. Apa saja?


1. Rasa berat di tengkuk hingga rasa pegal di pundak

Sebagian besar orang merasakan berat di kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat kurangnya oksigen.

"Yang sering biasanya berat di kepala tapi rasa sakitnya tidak tajam, hanya berat," jelas dr Bahdar.

2. Cepat mengantuk

"Terutama bila kadarnya sudah tinggi sekali, misal trigliserida yang normalnya dibawah 200 mg atau 150 mg, ada yang sampai 600 atau 700 mg itu biasanya bawaannya ngantuk," jelas dr Bahdar.

Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke otak akibat pembuluh darah yang menyempit karena adanya timbunan lemak akibat kolesterol.

3. Kesemutan

"Kadang-kadang kesemutan juga bisa karena darahnya agak kental," jelas dr Bahdar.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi berkurang.

4. Timbunan lemak di atas kelopak mata

"Secara klinis ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk awal seseorang memiliki kolesterol tinggi, yaitu adanya timbunan lemak di atas kelopak mata. Biasanya timbunan ini mengandung kadar trigliserida (molekul asam lemak) yang tinggi. Namun ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang saja," jelas dr Dante Saksono H, SpPD, PhD, dalam artikeldetikHealth.

5. Mudah lelah

Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD).

Kondisi-kondisi seperti inilah yang menyebabkan badan terasa mudah lelah.

6. Sering sakit kepala

Ini karena kolesterol yang tinggi dalam darah memicu terjadinya penimbunan plak-plak di pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan terjadinya artherosclerosis. Kondisi ini membuat arteri akan menyempit dan membuat aliran darah ke kepala dan otak berkurang, sehingga menyebabkan rasa sakit di kepala.

7. Kaki bengkak

Kaki merupakan organ tubuh yang paling jauh dari jantung. Ketika pembuluh darah menyempit dan asupan oksigen berkurang, maka tentu saja yang paling sedikit mendapatkan darah adalah kaki. Hal ini akhirnya menyebabkan kaki terlihat membengkak. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketika Anda terlalu lama duduk selama perjalanan, terutama di kelas ekonomi.

Sumber: http://health.detik.com/read/2012/08/08/132544/1986232/775/1/ini-yang-dirasakan-tubuh-kalau-punya-kolesterol-tinggi


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Penyebab Kolesterol Tinggi

Ada banyak hal yang menjadi penyebab atau pemicu timbulnya kolesterol tinggi dalam darah. Penyebab meningkatnya kadar kolesterol paling banyak disebabkan oleh asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, gaya hidup yang salah dan kebiasaan buruk yang menjadi rutinitas sehari-hari.

Berikut ini ada 2 faktor penting yang menjadi penyebab dari kolesterol yang semakin meningkat, diantaranya adalah :

1. Faktor yang tidak dapat dikontrol
   a.Keturunan.
Apabila ada keluarga yang berkolesterol tinggi, maka besar kemungkinannya anak memiliki bakat unutk mempunyai kolesterol yang tinggi, resiko adanya suatu gangguan kesehatan biasa 6 kali lebih besar menimpa anak dibanding orang tua.
   b.Usia
Setelah usia 20, kolesterol cenderung meningkat. Pada pria, kolesterol akan mudah naik setelah umur 50 tahun. pada wanita, kolesterol akan mudah untuk naik setelah menopause.

2. Faktor yang dapat dikontrol
    a. Makanan telalu banyak lemak jenuh, seperti mentega, biskuit, dan fast food (makanan siap saji)
    b. kelebihan berat badan
    c. Kurang berolahraga
    d. Merokok
    e. Gaya hidup yang tidak sehat
    f. Stress
    g. Diabetes mellitus
    h. Minum kopi berlelbihan
    i. Diet yang salah
    j. Obesitas

Adapula penyebab lainnya dari timbulnya kolesterol jahat dalam tubuh atau darah, yakni :

1. Konsumsi makanan yang tidak sehat
Banyak mengonsumsi makanan yang tidak sehat hanya akan membuat tubuh semakin mudah terserang penyakit dan mengalami banyak keluhan gangguan kesehatan. Makanan yang umumnya kita konsumsi sehari-hari pastinya mengandung lemak, namun lemak tak selamanya buruk bagi tubuh asalkan kadar lemak yang kita peroleh dari berbagai sumber makanan tak melebihi batas normal. Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak atau lemak jenuh akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh yang salah satunya adalah kolesterol.

Berikut ini ada tabel dari jenis makanan yang memiliki kadar kolesterol dari tiap mg/10 gr :











 Tabel diatas adalah tabel jumlah kolesterol pada makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita kolesterol.

2. Kurang aktivitas fisik
Terlalu banyak diam atau jarang bergerak hanya akan membuat tubuh semakin lemah dan fungsi kerja organ tubuh tidak optimal. Lakukanlah olahraga fisik minimal 2-3 kali dalam seminggu selama 30 menit per session. Olahraga yang teratur dan sesuai dengan kemampuan dapat membantu dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

3. Merokok
Rokok yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh yang juga mempengaruhi sistem kardiovaskular dalam berbagai cara, termasuk menurunkan kadar oksigen dan memicu kerusakan pada jantung. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Adam Gepner dari sebuah University of Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa rokok dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah dan membunuh kolesterol baik.

4. Umur dan jenis kelamin
Umur dan jenis kelamin juga mempengaruhi seseorang untuk terserang kolesterol. Kolesterol dulu menghinggapi seseorang ketika usia tua, namun kini usia muda pun rentan dengan kolesterol yang secara perlahan mulai meningkat. Umumnya kolesterol hinggap pada pria ketika memasuki usia 40 tahun keatas dan pada wanita umumnya ketika memasuki masa menopause.

5. Berat badan berlebih
Jika seseorang kelebihan berat badan identik dengan tubuh yang menyimpan banyak lemak dan kalori. Seseorang yang kelebihan berat badan pastinya rentan terhadap suatu penyakit, bahkan penyakit kolesterol pun siap mengintai. Semakin banyak lemak dan kolesterol yang terkandung dalam darah, semakin buruk keadaan dan tingkat kesehatan akan mengalami gangguan. Untuk itu disarankan melakukan diet sehat, mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh.

Sumber: http://kolesteroltinggi.net/


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL