Kategori JEMPOL

Search

Type your search keyword, and press enter

Hubungi Robby JEMPOL

Name

Email *

Message *

Ayo Masukkan Bisnis Anda di ...

Daftar Info dan Ide Bisnis JEMPOL

Cara Cepat UMROH bersama Winatour  -  http://www.robbyjempol.com/2016/02/cara-cepat-umroh-bersama-winatour.html Susu Kambing Etawa ETA...

Wednesday, May 14, 2014

halah buat apa ikut asuransi? nambah beban bulanan aja ...

itu kata sebagian orang yang saya temui ketika saya tawarkan produk asuransi karena mereka berpikir harus membayar premi setiap bulan selama bertahun-tahun, jadi seolah-olah beban bagi mereka

beda lagi pendapat dari orang yang betul-betul paham tentang pentingnya asuransi

dari pernyataan di atas, saya akhirnya berpikir bagaimana caranya agar orang ikut asuransi DENGAN PIKIRAN RINGAN - GA USAH BAYAR PREMI BERTAHUN-TAHUN

maka saya buat konsep Bisnis MENABUNG ala Komunitas Koperasi KCC ... kerjasama dengan asuransi jiwa sinarmas MSIG

Menabung di asuransi jiwa sinarmas syariah selama 60 bulan (5 Tahun) TAPI BAYAR PREMINYA HANYA 12 BULAN SAJA (1 Tahun)


48 Bulan Selanjutnya, System e-Kop Koperasi KCC yang akan melunasinya

Info Lengkapnya, silakan klik link di bawah ini: 


Menabung ala KCC 


Semoga Bermanfaat

Salam JEMPOL

Wednesday, April 30, 2014

Jebakan Batman


Pernah nonton film serial Batman and Robin?  Mereka yang suka film-film laga fantasi pasti tahu jebakan Batman.  Dalam satu episode, Batman tertangkap musuh dan diikat di sebuah tempat, di mana ada dua buah tembok berduri yang semakin mendekat untuk menjepit tubuh Batman.
Namanya juga film.  Ketika dua tembok itu hampir menjepit sang jagoan, muncullah pertolongan dari sang mitra, Robin.  Batman pun terselamatkan.  Sang musuh bisa dikalahkan.
Dalam hidup, saya mencoba menganalogikan jebakan Batman dengan masa pensiun.  Mengapa?  Tentu saja ada alasan untuk mempersamakan keduanya.
Siapapun orang yang bekerja, cepat atau lambat pasti akan sampai pada masa pensiun.  Bisa dipensiun oleh atasan (bahasa awamnya, dipecat).  Bisa dipensiun karena umur.  Dan sebenarnya ada satu piliahn yang jarang diambil.  Memensiunkan diri sendiri!
Mereka yang sedang dan pernah bekerja dalam waktu yang panjang pasti pernah mengalami hal ini.  Mereka mulai bekerja di usia sekitar dua-puluhan.  Sejak itu, mereka menerima gaji, yang biasanya naik terus setiap tahun, sampai usia empat-puluhan.  Hampir tidak ada karyawan yang mengalami penurunan gaji, kecuali mereka yang indisipliner.  Lagu mereka di fase ini adalah lagu Maju Tak Gentar. Disuruh ngapain aja, harus mau.
Di usia empat-puluhan, mereka punya dua kemungkinan karir.  Yang karirnya baik, gaji dan jabatannya melesat naik sampai ke puncak tertinggi.  Mereka yang madesu (masa depan suram), jangan khawatir, gajinya juga bakal naik terus mengikuti perubahan angka inflasi.  Para ekonom menyatakan bahwa itu bukan naik, tapi disesuaikan. Sampai di sini, lagu mereka Naik-naik Ke Puncak Gunung. Setiap dua atau tiga tahun ganti jabatan, ganti tunjangan dan ganti fasilitas.
Di puncak karir, semua orang akan menerima gaji yang tertinggi. Fasilitas terbaik. Dan semua orang, menyanyikan lagu Kemesraan.  Kemesraan ini … janganlah cepat berlalu! Inilah lagu yang disukai para bos saat gathering atau meeting tahunan.
Sayangnya, jabatan tinggi, fasilitas terbaik dan gaji besar tidak berlangsung lama.  Usai masa itu, setiap karyawan akan masuk masa pensiun.  Di sini, gaji ditiadakan.  Mereka hanya dapat jatah uang pensiun yang nilainya kadangkala lebih rendah dibandingkan gaji mereka yang pertama.  Mulai saat itu, lagu mereka adalah Mimpi Sedih.  Hidupku tak pernah lepas dari penderitaan …
Inilah yang saya sebut sebagai jebakan Batman.  Setiap karyawan, cepat atau lambat akan sampai di masa pensiun.  Ketika seseorang masuk di masa ini, tenaga sudah jauh berkurang, daya pikir sudah lemah dan kesehatan sudah jauh menurun.  Dalam kondisi ini, seseorang pasti butuh dana besar bila jatuh sakit.  Sayangnya, penghasilan mereka justru menurun. Belum lagi kewajiban di bidang lain yang masih menjadi tanggung-jawabnya, misalnya beban biaya rumah tangga dan biaya sekolah anak.
Dalam serial Batman dan Robin, sang jagoan pasti selamat dari jebakan karena ditolong oleh sang mitra.  Tapi kita yang saat ini masih karyawan, siapa yang akan menolong ketika kita sudah semakin terjepit dalam jebakan Batman?  Tidak perlu berharap pada bantuan orang lain.  Persiapkan masa pensiun anda, mulai sekarang!


Zainal Abidin
@jayteroris
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Headmaster sekolahmonyet.com
Sumber: http://tangandiatas.com/2014/04/23/jebakan-batman/

Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Wednesday, April 23, 2014

7 Tipe Orang yang Tidak Akan Pernah Sukses


Setiap orang pasti ingin sukses dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Namun percayalah kalau sifat dan kepribadian Anda sendiri akan memengaruhi kesuksesan dalam bekerja. Dalam hubungan kedua hal ini, ada tujuh kepribadian orang yang dinilai tidak akan pernah sukses dalam pekerjaannya.

1. Orang yang mudah tertipu
Percaya pada perusahaan itu boleh-boleh saja, tapi hati-hati jangan terlalu mudah percaya pada semua hal. Ketika pimpinan kantor mengatakan sesuatu yang mungkin Anda sendiri tahu bahwa alasan ini sangat dibuat-buat maka ada baiknya untuk tidak diam saja dan menerimanya. Misalnya, "Anda tidak mendapatkan promosi di tahun ini, tapi pasti di tahun depan."

Anda boleh saja kok untuk sedikit bernegosiasi dengan hal ini. Ibaratnya, sama seperti saat Anda membeli mobil tanpa menawar. Jika Anda berusaha untuk keluar dari dealer maka si penjual pasti memberi diskon untuk Anda. Dalam pekerjaan hal ini juga berlaku.

Dengan berbagai ucapan ini, perusahaan sebenarnya ingin bernegosiasi dengan Anda. Tujuannya adalah mereka ingin mendorong Anda untuk bekerja lebih baik dan membuat Anda bertahan di perusahaan tersebut, tapi di sisi lain mereka ingin menghemat uang perusahaan, menahan kenaikan gaji, promosi jabatan. Kalau sudah begini, jangan hanya menerimanya saja, Anda harus memperjuangkan hak Anda.

2. Groupthinker
Groupthinker atau para pemikir kolot yang berkelompok adalah masalah psikologis yang merajalela di tempat kerja. Semakin lama Anda bekerja di sebuah perusahaan maka populasinya akan semakin besar. Akhirnya terbentuk kumpulan karyawan senior yang kurang mawas dengan perkembangan di luar. Orang-orang ini adalah alasan mengapa banyak hal di kantor tidak diperbarui, seperti misalnya; teknologi kantor, kebijakan yang sudah ketinggalan zaman, atau hal-hal lainnya di kantor yang tidak diperbarui. Dalam tim kerja kolot ini Anda akan selalu mendengar kalimat "Kamu tidak bisa melakukan itu, karena kami tidak terbiasa melakukannya dan ini tidak seperti yang biasanya selalu dilakukan di kantor!"

Sangat mudah melihat tipe orang seperti ini, terutama jika Anda adalah orang baru di kantor. Groupthinker ini biasanya duduk bergerombol bersama-sama dan ngobrol serta mengungkapkan hal-hal aneh, dan selalu mengeluh setiap ada tugas atau hal baru yang diterapkan di kantor. Kalau menemukan hal seperti ini, sebaiknya Anda hindari dan jangan bergabung dengan kelompok ini. Kelompok ini akan mengganggu karier dan membuat Anda justru jadi bodoh.

3. Orang yang terlalu takut
Seperti biasa, orang akan melakukan hal konyol ketika mereka takut. Orang-orang seperti inilah yang akan menyebabkan masalah serius di tempat kerja. Misalnya ketika mereka takut dipecat, maka ketika kantor menemukan sebuah kesalahan dalam pekerjaan tim, jangan kaget kalau ia akan menumpukan semua kesalahan pada Anda. Orang seperti ini akan selalu mencari aman untuk posisinya sendiri sekalipun mereka harus mengorbankan Anda.

4. Orang yang apatis
Sesekali mengambil cuti kerja tentu tak masalah. Namun, tak dimungkiri kalau ada saja teman kerja yang sirik dengan masa cuti Anda ini. Apalagi kalau dia tahu-tahu selalu menghubungi Anda untuk masalah pekerjaan atau justru malah menyindir Anda karena bersenang-senang, sementara mereka harus bekerja keras saat Anda cuti. Menyebalkan pasti!

Tak cuma itu saja, orang apatis juga sering menunjukkan sikap egois. Anda mungkin pernah menjadi korban si apatis saat bekerja. Salah satunya mungkin dengan kalimat "Kamu lembur yah, tolong kerjakan yang ini soalnya saya harus pulang cepat anak-anak sudah menunggu." Apa maksudnya sih? setiap orang kan juga punya urusan, tetapi enggak begini juga caranya. Tak ada salahnya sesekali mengasihani orang-orang seperti ini, tapi usahakan agar Anda tak jadi rekan kerja yang apatis juga.

5.  Si pecundang yang selalu berpikir negatif
Setiap kali Anda berhasil dalam pekerjaan atau mendapatkan pujian dari si bos, pasti ada saja rekan kerja yang sirik dengan hal ini.

Seorang pecundang akan berpikir bahwa Anda bisa mendapatkannya dengan cara yang tidak baik, atau karena adanya dukungan dari seseorang yang punya posisi kuat, atau buruknya, ia berpikir ini hanya keberuntungan semata.
Anda memang tak bisa menghentikan atau mengubah pikiran orang-orang seperti ini. Satu-satunya melawan si pecundang adalah dengan memberinya berbagai kejutan dengan keberhasilan Anda yang terbaik setiap waktu. Ini akan menghilangkan si pecundang, satu per satu sekaligus meningkatkan nilai di mata bos dan meningkatkan penghargaan kepada diri sendiri.

6. Si biang gosip
Kalau bertemu tipe teman kantor seperti ini pasti ujung-ujungnya bergosip dan ngomonginorang. Ada gosip ringan dan ada juga gosip yang sudah menjurus ke arah bahaya. Jika Anda berusaha untuk masuk ke dalam kelompok yang seperti ini, maka dijamin karier pasti kacau.

7. Orang yang gemar minta maaf
Salahkah minta maaf? Tentu tidak salah selama Anda memang benar-benar sudah melakukan sesuatu yang salah. Namun ketika tak melakukan kesalahan apa gunanya minta maaf?

Mungkin Anda sering mendengar atau justru sering melakukannya permintaan maaf tanpa kesalahan ini. Misalnya, "Maaf ya kalau presentasi saya kurang bagus," "Maaf ya kalau pekerjaan saya kurang bagus," "Maaf ya kalau website saya jelek," dan lain-lainnya.

Kata-kata maaf di kalimat ini tidak salah karena Anda tak bermaksud untuk sombong (sekalipun pekerjaan Anda sangat bagus). Sebaliknya, justru kalimat ini menunjukkan kepercayaan diri yang sangat rendah. Yang harus dilakukan adalah jadi lebih percaya diri, tetapi tidak sombong.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2013/09/25/1746363/7.Tipe.Orang.yang.Tidak.Akan.Pernah.Sukses


Semoga Bermanfaat
Trims bagi yang nge like page www.facebook.com/komunitasrobbyjempol
Salam JEMPOL

Monday, April 14, 2014

Perbanyaklah Sahabat2 mu'min mu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat


Imam syafi'i berkata

"Jika engkau punya teman - yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT - maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"

Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yang mulia berikut ini .... !!!


Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada اللّهُ سبحانه و تعالى ..

"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??

"Maka اللّهُ سبحانه و تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat2nya sambil menangis:

"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّهُ تعالى  tentang aku:

"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"

Sahahabatku fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu tentang اللّهُ تعالى ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu...

آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ

--
Wahai sahabatku..
Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku, Robby Hermawan Jamin bin Jamin, dan bertanya pada Allah SWT tentang diriku, dan moga Allah SWT ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka.


Semoga Bermanfaat

Salam JEMPOL

Pelaku usaha MLM terancam dipenjara dan denda Rp 10 miliar


Pelaku usaha Multi Level Marketing (MLM) maupun Single Level Marketing (SLM) harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, ada ancaman pidana 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar karena merugikan konsumen.

Aturan ini tertuang dalam Undang Undang No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam pasal 105 UU Perdagangan tersebut, pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang bisa dipidana.

"Pidana 10 tahun penjara dan atau Rp 10 miliar," kutipan isi UU Perdagangan yang diterima merdeka.com, Minggu (12/4).

Kabiro Hukum Kementerian Perindustrian, Lasminingsih mengatakan penjara dan denda ini pantas diterapkan pada pelaku distribusi MLM karena masuk kategori pidana dan penipuan.

"Betapa menderitanya orang yang ditipu. Itu kejahatan kalau MLM itu. Berapa banyak orang susah karena MLM. Tadinya tidak ada ketentuan mengenai itu," ucapnya dalam media gathering Kementerian Perdagangan di Ciawi, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/4).

Menurut Lasminingsih para pelaku MLM hanya berpura-pura jadi pengusaha padahal mereka menerapkan permainan uang atau money game.

"Dendanya Rp 10 miliar karena banyak orang yang dirugikan, nanti ini bisa diporses berdasarkan pengaduan ataupun tidak karena perdagangan mekanisme piramida itu dilarang," tutupnya.
Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina. Menurut dia, beleid yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan ini berlaku lantaran banyak kasus pembohongan konsumen yang dilakukan oleh pelaku MLM.

"Semua pelaku distribusi langsung atau MLM itu dia berhati-hati dan tidak merugikan konsumen. UU Perdagangan ini mengatur hukuman yang lebih jelas yaitu pidana," ujar Srie di kantornya, Jakarta, Rabu (2/4).

Srie mengatakan beleid ini tidak hanya untuk melindungi konsumen, tapi juga pelaku MLM yang tak menjalankan bisnis sesuai ketentuan. Selama ini, sanksi terhadap MLM yang buruk tidak tegas, sehingga merugikan pelaku yang bersih.

"Misalkan produk tertentu ini saya sebut merek X, tetapi ada orang yang menjual dengan membuat merek baru kemudian ada juga yang memalsu dan meniru dan menjual secara tidak langsung seperti di toko eceran dan warung. Kan kasihan yang pakai MLM," ungkap Srie.

Pelaku MLM yang merugikan dikategorikan dalam dua modus. Modus tersebut yaitu penipuan dan tidak tahu aturan.

"Nah kalau ada yang tidak tahu aturan, anda sudah punya SIUPL belum. Kalau sudah harus dilakukan pembinaan sampai kita temani ke BKPM," terang dia.

Sumber: http://www.merdeka.com/uang/pelaku-usaha-mlm-terancam-dipenjara-dan-denda-rp-10-miliar.html


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Friday, April 4, 2014

Tujuh Sunnah Harian Rasulullah SAW


Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun,”(HR Ibnu Majah: 209).


Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”.

Nah, apa saja sunnah harian Rasulullah itu?

Pertama: Shalat Tahajjud

Semua Rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam rangka ini sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” ( Al-Israa’:79)

Kedua: Membaca Al-Quran dengan Terjemahannya

Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali, kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Ketiga: Memakmurkan Masjid / Shalat Subuh di Masjid

Masjid adalah rumah nya Allah. Masjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam kehidupan, baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.

Keempat: Shalat Dhuha

Salah satu rahasia shalat dhuha adalah karena Shalat Dhuha adalah sedekah. Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah Saw.
Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan Rasul-Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Orang-orang salafush-shaleh pernah bilang “jika kalian menginginkan kebahagiaan di dunia dan akherat kelak, maka lakukan shalat dhuha”

Kelima: Bersedekah

Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Seorang sudah bisa disebut mukmin yang sebenarnya, jika sudah bersedekah. Carilah rizki dengan sedekah. Demikian juga bertaubatlah dengan bersedekah, jika kita sakit juga hendaknya bersedekah. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menegaskan dan memerintahkan akan hal ini. bersedekah merupakan tolok ukur dan ciri dari orang-orang yang beriman, shaleh dan bertakwa.

Keenam: Menjaga Wudhu Terus-menerus

Karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Nabi saw, senantiasa dalam keadaan wudhu, baik dalam waktu dan keadaan apapun.  Jangan tinggalkan wudhu. Kalau batal, berwudhulah kembali. Hal itu merupakan kebutuhan kita sendiri dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Kalau kita selalu berwudhu insya Allah akan selamat dari ikatan dan kegenitan dunia dan terjaga dari hal-hal yang kotor (kotoran yang bersifat maupun ruhani). Selanjutnya kita terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Karena wudhu merupakan proses pembersihan badan kita secara silmutan dilanjutkan dalam rangka untuk pembersihan fitrah dan hati atau rohani kita

Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

Ketujuh: Amalkan Istighfar Setiap Saat

Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. Istighfar setiap saat dan dalam segala aktivitas apapun diperintahkan beristiqfar. Ketika kita mau tidur, mau makan dalam melakukan suatu pekerjaan, di jalan, di mobil dan di manapun hendaknya selalu dalam keadaan beristiqfar. Orang yang kuat istiqfarnya, maka insting dan kecenderungan rahmatnya (berguna dan bisa membahagiakan orang lain atau bahkan makhluk lain) sangat kuat sekali. Ia pun juga menjadi penuh dengan keutamaan-utamaan, doanya mustajab dan firasatnya tajam (mampu berpikir positif dan menerawang ke depan/berpikir visioner).

Bila kita mampu menjaga dan melakukan “tujuh sunnah Rasullullah saw”. Ini, maka Insya Allah akan muncul pada dirinya sifat-sifat terpuji. Bicaranya dakwah, diamnya zikir, nafasnya tasbih, matanya memancar cahaya rahmat.

Sumber: http://www.islampos.com/tujuh-sunnah-harian-rasulullah-saw-56908/


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Saturday, March 29, 2014

Renungan INSPIRASI


Seorang Motivator bisnis yang terkenal, Jim Rohn, diundang sebuah perusahaan untuk melakukan motivasi memacu semangat karyawannya yang sudah mengendor.

Dalam presentasinya, Jim Rohn mengambil satu kertas putih yang besar, kemudian dia membuat sebuah titik hitam kecil dengan pen persis di tengah kertas itu.


Dia kemudian memperlihatkan kertas itu kepada semua orang yang hadir disana. Lalu bertanya, “Apakah yang dapat lihat di kertas ini?”

Dengan cepatnya seorang pria langsung menjawab “ Saya melihat sebuah titik hitam”.

“Baik, apa lagi yang kamu lihat selain titik hitam?” Jim kembali bertanya.

yang lainnya terus memberikan jawaban yang sama : “Hanya sebuah titik hitam.”

“Tidakkah kamu melihat yang lainnya, selain titik hitam?”

Jim bertanya terus mengejar jawaban lain. “Tidak” dengan serentak, hampir seluruh pengunjung itu menjawabnya.

“Bagaimana dengan lembaran kertas putih ini?”

Jim kembali bertanya “Saya yakin kamu semua pasti melihatnya, tetapi mengapa tidak ada yang memperhatikannya?

Dan hanya melihat pada sebuah titik kecil saja?”

Jim Rohn kemudian menjelaskan :

“Dalam hidup ini, kita juga selalu lalai dan mengabaikan akan banyak hal hal yang baik, hal2 yang dahsyat, hal2 yang cermerlang, hal2 yang indah, yang kita miliki atau pernah terjadi di sekitar kita, dan kita selalu hanya Fokus dan memberikan perhatian pada masalah Kecil, masalah Sepele, masalah Keuangan, masalah Kekecewaan, masalah Kegagalan.

Masalah kita itu, persis seperti sebuah titik hitam kecil , dalam lembaran kertas besar ini. Masalah itu hanyalah kecil dan tidak signifikan, jika kita dapat meluaskan pandangan kita untuk melihat dalam hidup kita, persis seperti kita lihat seluruh lembaran kertas ini, maka titik hitam tadi sangat kecil dan hampir tidak berarti.”

Apakah kita termasuk orang yang juga selalu melihat titik hitam itu?
(Jawaban ada pada diri Anda masing-masing)


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

Sunday, March 23, 2014

Setan JEMPOL

Tau tidak, kalau di desa terpencil itu, dulu ada sebuah Goa batu yang diselubungi ilalang dan rerumputan liar  yang dihuni oleh hantu dijuluki “ Setan Jempol “?

Begini ceritanya, dulu ada seorang perempuan desa yang setiap harinya hanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu hari perempuan itu seperti biasa pada  pagi-pagi sekali pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Tiba di hutan, dia merasakan ada sesuatu yang membuntutinya di belakang. Tanpa berani menoleh ke belakang, perempuan itu mempercepat langkahnya untuk segera keluar hutan agar bisa pulang, namun ternyata jalan yang ditempuhnya salah karena rasa ketakutan yang teramat tanpa terasa  kepalanya terbentur pohon dan jatuh tersungkur duuggghh  krasssaaakkk,,, jatuh kedalam jurang.

Perempuan itu mati tanpa ada yang mengetahui jasad nya sampai sekarang. Kemudian ada seekor kucing  hutan menghampiri mayat  perempuan itu dan menggigit salah satu jari jempol perempuan  itu hingga putus,  kemudian membawanya ke dalam goa liar dan sampai saat itu kucing hutan itu tidak keluar lagi.

Semenjak peristiwa itulah setiap warga desa yang melintasi depan goa itu, pulangnya pasti meninggal dunia dengan membawa bekas  Cap Jempol di bagian tubuhnya. Kadang bekas Cap Jempol ditemukan di bagian leher, bahu, dada, dan punggung orang yang menimpanya.

Pernah mencoba melakukan pengusiran dengan membacakan mantra, sesajen, kekuatan supranatural lainnya tetap tidak memberi pengaruh malah semakin menjadi-jadi anak kecil termasuk jadi korban hantaman Cap Jempol atau setan jempol.

Hingga suatu hari, ada orang gila yang ingin melewati goa setan  jempol, tiba-tiba orang gila tersebut mendengar suara gemuruh menandakan setan jempol ingin memangsa korban yang awalnya pelan semakin dekat semakin keras suara gemuruh, semakin dekat semakin keras dan orang gila tersebut tanpa sengaja dan refleks tepat berada di depannya, orang gila itu langsung mengangkat tangan dan mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan setan jempol, namun apa disangka ternyata setan jempol itu tiba-tiba menghilang entah kemana perginya.

Semenjak peristiwa itulah kehidupan penduduk desa sekitar aman dan normal kembali tanpa ada yang mengetahui siapa yang mengusir atau membunuh si setan jempol itu.

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/humor/2012/12/06/setan-jempol-514614.html


Salam JEMPOL

Tuesday, March 18, 2014

Jempol Menempel di Steak

Seorang pelayan membawa steak daging yang diorder oleh salah satu pelanggan restoran tersebut, dengan ibu jari menempel di atas daging ketika pelayan itu membawa piring sajinya.

"Apakah kamu gila?" keluh pelanggan, "Mengapa jempol kamu menempel di steak saya??!!"

"Apa?" jawab pelayan, "Apakah Anda ingin steaknya jatuh lagi di lantai?"

Sumber: http://www.ketawa.com/2012/11/8311-jempol-menempel-di-steak.html


Salam JEMPOL

Lagi Nganggur Saya Parkirkan Jempol Saya Disitu,,,

Dulandeh masuk restoran mewah dan memesan lengkap mulai dari teh hangat, appetizer, dessert dan bandrek temulawak hangat.

Teh datang, tapi Dulandeh kaget melihat jempol kanan si pelayan masuk ke tehnya.

Membatin Dulandeh: "Wah gila, tapi nggak sengaja kali,,,!"

Dengan tenang dihirupnya tehnya, tiga menit kemudian sup jamurnya diantar: "Astaga jempolnya lagi-lagi masuk,,,!

Walau sudah kesal, tapi ini kan restoran mewah jadi nggak bisa marah sembarangan seperti di warteg langganannya.

"Sabar, Sabar,,,!" dalam hati si Dulandeh.

Habis sup diangkat mangkoknya, datanglah spaghetti.

"Brengsek,,,! jempolnya masuk juga. Wah, ini sudah kelewatan,,,!"

Tapi karena lapar, ditahannya amarahnya dengan niat nanti mau memanggil manager restoran,,,

Dilahaplah spaghetti dan matanya mulai mencari sang manager.

Habis spaghetti, dinantikannya bandrek dan: "Sialan ini pelayan. Jempolnya
ikut juga masuk ke bandrek hangat,,,!"

Naik pitam si Dulandeh teriak keras: "Eh, Pak Manager sini,,,!"

Tergopoh-gopoh si manager datang: "Ada apa Pak,,,?"

Dulandeh ngomong sengit: "Itu anak buahmu edan. Masa jempol tangan kanannya masuk ke semua makanan dan minuman yang kupesan,,,!"

Dengan terkejut si manager bertanya: "Ah masa sih Pak,,,? Onyod sini kamu, apa benar jempolmu kamu masukkan ke pesanan tamu,,,?"

Onyod menjawab: "Iya, betul, Pak,,,!"

Marahlah si manager: "Gila kamu,,,!, Kenapa begitu,,,? Kan kamu sudah diajari dan nggak boleh seperti itu,,,!"

(Dulandeh senang karena diperhatikan, pikirnya dalam hati: "Wah alamat makan gratis nih,,,!")

Onyod menjawab: "Jempol saya keseleo Pak, kata Dokter mesti dihangatkan terus, makanan kan hangat, jadi saya taruh saja di situ,,,!"

Mendengar itu, marahlah Dulandeh: "Kurang ajar kamu, mau hangat ya? Nah kalau mau hangat terus saya ajarin ya: masukin tuh jempolmu ke lubang anus mu,,,! Disitu kan sangat hangat,,,!!"

Onyod yang tampangnya lugu ini menjawab tenang: "Iya betul Pak, saya tahu itu kok,,,! Kalau lagi nunggu makanan di dapur, biasanya SAYA PARKIRKAN JUGA jempol saya sementara di situ,,,"

Sumber: http://jokes.web.id/read/?r=1209258


Salam JEMPOL

Jempol doang yang Keseleo

Seorang kakek yang duduk di kursi roda ditanyai Toni, Cucunya.

Toni: Kek,tadi aku liat di TV ada orang mau bunuh diri lompat dari Rumah Susun tapi Gak Mati,cuma tangannya yang pegel.

Kakek: Itu masih biasa.

Toni: Biasa gimana kek?(Penasaran)

Kakek: Dulu kakek pernah jatuh dari Lantai 49,Tapi cuma Jempol doang yang keseleo.

Toni: Widdih...Hebat banget kek!Terus?

Kakek: Jempol doang keseleo,YANG LAINNYA PATAH!

Toni: JyyyyaaaaaaaahhhhhHhh hh....

Sumber: http://jokes.web.id/read/?r=1207475


Salam JEMPOL

SUKSES BERAWAL DARI “JEMPOL” (Sukses Mulia Versi Obama)

Oleh: Ribut Achwandi (Riboet Gondrong)

Disampaikan di hadapan peserta Seminar Sukses Mulia dalam rangka Festival SuksesMulia
di Gedung H. A. Djunaid Convention Center, Pekalongan, Sabtu 13 Juli 2013.


Saya merasa bahwa saya bukanlah orang yang tepat untuk menyampaikan materi tentang apa itu sukses mulia? Bagaimana seseorang bisa sukses dan mulia? Sebab,saya merasa bahwa saya bukanlah orang yang sukses. Tetapi, karena saya diamanati untuk menyampaikan materi ini, maka apa yang saya lakukan pada hari ini adalah mengajak kita semua, saya dan hadirin untuk sama-sama belajar tentang kesuksesan dan belajar menjadi orang sukses.

Saya yakin, bahwa dari sekian banyak hadirin yang ada di hadapan saya sebenarnya adalah orang yang sukses. Maka dari itu, izinkan saya dengan kelancangan saya ini, mengajak Anda untuk saling belajar, ngangsu kawruh bab kesuksesan. Tentunya, dalam kapasitas saya yang terbatas, saya akan membahas kesuksesan itu dari terminologi yang saya pahami. Jika, ada dari hadirin yang lebih tahu, maka saya sangat berharap kita bisa saling berbagi.

Mungkin kita tidak pernah percaya bahwa salah satu modal rahasia suksesnya Presiden Amerika Serikat, Barack Obama adalah jempol (ibu jari). Tetapi, itulah kenyataannya, jempol Obama menjadi fenomena bagi dunia politik Amerika saat itu.

Meski demikian, apa yang dilakukan Obama dengan jempolnya bukanlah hal klenik, atau bahkan sebagai sesuatu yang di luar nalar. Bahkan, kalau kita simak secara saksama di situs-situs jejaring sosial, khususnya facebook, pernahkan kita pikirkan mengapa hanya ada jempol di sana? Kok tidak yang lain? Ada misteri apa di balik jempol?

Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media di Amerika, jempol Obama pernah menjadi sebuah fenomena di kalangan politisi Amerika, terutama saat ia harus berhadapan dengan kompetitor politiknya yang sama-sama menjadi calon Presiden, Mitt Romney dalam sebuah debat publik calon presiden.

Obama, kala itu menggunakan ibu jarinya untuk menunjuk Romney. Tentu, hal itu dinilai oleh publik Amerika sebagai kejanggalan. Tetapi, hal itu mampu memberikan sugesti pada publik Amerika pada waktu itu, bahwa Obama dipandang sebagai seorang politisi yang rendah hati dan mampu menganggap lawan sebagai kawan. Setidaknya, hal itu mencerminkan bahwa Obama menunjukkan sikap respek pada lawan mainnya.

Bahkan seorang penulis buku budaya asal Inggris, Edward L Fox menganggap Obama adalah seorang Presiden Amerika yang njawani, dia adalah Raja Amerika. Sebab, bagaimanapun seorang lawan pada dasarnya adalah kawan yang dapat memberi nasihat pada kita tentang hal-hal buruk yang — mungkin tidak kita sadari — ada pada kita. Lalu,yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana awalnya Obama bersikap demikian?

Adalah sang ibunda tercinta, Dunham, yang pada mulanya mengajari Obama agar menggunakan ibu jari untuk menunjuk orang lain. Dunham adalah seorang antropolog yang membidangi studi tentang pembangunan desa. Selama hidup di Indonesia, Dunham juga telah banyak melakukan penelitian tentang budaya masyarakat Indonesia, hingga akhirnya jatuh cinta pada salah satu bentuk budaya masyarakat Indonesia, yakni Jawa.

Dalam pandangan Dunham, budaya Jawa merupakan sebentuk budaya masyarakat yang adem ayem. Oleh sebab itu, ia katakan pula bahwa siapapun yang telah mengunjungi pulau Jawa akan tahu nilai besar orang Jawa, yakni tempat bagi mempertahankan sikap tenang, hubungan sosial yang harmonis, dan tidak pemarah. Rasa cinta itulah yang pada gilirannya membuat Dunham menganggap perlu pula ditanamkan pada putranya dengan memberi dukungan pada Obama untuk belajar tentang budaya Jawa, yang tentunya juga belajar tentang falsafah hidup orang Jawa.

Dari situ pula, kemudian Obama banyak mengadopsi nilai-nilai falsafah hidup orang Jawa, yang salah satunya adalah penggunaan ibu jari untuk menunjuk orang lain/lawan bicara. Dalam budaya Jawa, menunjuk orang dengan menggunakan jari telunjuk dinilai kurang sopan dan kurang santun, sebab pada saat itu orang yang demikian dianggap sebagai orang yang tinggi hati dan menganggap remeh lawan bicara.

Prinsip hidup orang Jawa adalah menempatkan orang lain, bahkan musuh sekalipun sebagai orang yang perlu dihormati. Tetapi, bukan dalam rangka menjadikan diri kita sebagai seorang penjilat, sebab penghormatan terhadap orang lain atau bahkan musuh itu, dalam falsafah hidup orang Jawa harus dilakukan dengan rasa tulus, sebagai sikap dan sifat ‘andhap asor’ (rendah hati).

Sikap rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Di dalam sikap rendah hati terkandung maksud, seseorang tidak ingin mengunggulkan diri ‘adigang, adigung, lan adiguna’, meski ia memiliki kemampuan lebih. Oleh sebab itu, orang yang ‘andhap asor’ tidak mudah tergoda dengan puji-pujian.

Sebab, musuh sejati bagi kesuksesan yang mulia adalah pujian, bukan kegagalan, dan kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kita puas dipuji-puji. Jokowi (Joko Widodo) adalah salah seorang yang sukses dengan prinsip itu. Bahkan, meski ia sukses memenangi Pilkada Gubernur DKI Jakarta, Jokowi masih saja tampil sebagai orang biasa-biasa saja. Dalam sebuah seminar tentang kewirausahaan baru-baru ini di Jakarta, Jokowi mengatakan bahwa dirinya belum menjadi orang sukses.

Di lain hal, orang Jawa dalam sejarah kebudayaannya adalah sebuah bangsa yang tidak mengenal istilah musuh. Sebab, dalam prinsip hidup orang Jawa hanya dikenal istilah ‘paseduluran’, ‘paguyuban’, atau ‘patembayan’. Maka dari itu, orang Jawa sangat bisa melakukan akulturasi budaya. Selalu bisa menerima setiap budaya yang dibawa oleh para pendatang, sehingga makin memperkaya khazanah kebudayaan yang dijalani oleh orang Jawa. Di sisi lain, hal demikian juga menunjukkan bahwa orang Jawa dengan falsafah Jawanya adalah orang yang tahan banting. Bukan karena kesaktiannya, bukan pula karena kehebatannya, karena tujuan hidup orang Jawa bukanlah kasekten, melainkan kamukten dan kamulyan.

Ajaran falsafah hidup Jawa pada hakikatnya telah mengajarkan tentang keuletan. Di dalamnya termaktub pula ajaran agar kita senantiasa bisa melakukan kerja-kerja cerdas, mencipta karya bukan sebatas melakukan sebuah rutinitas yang kemudian ditradisikan menjadi ritual. Orang Jawa percaya bahwa kerja hanyalah sarana bukan sebuah pencapaian atau tujuan. Kerja adalah sarana untuk memroses diri agar dapat mencipta karya dalam pemahaman karya sebagai daya olah nalar, rasa,karsa, dan cipta.

Empat pilar inilah yang sebenarnya terus perlu diolah agar karya menjadi berguna. Dan saat karya itu berguna, itulah kesuksesan yang mencapai kata mulia. Sebuah cita rasa sukses yang menuju pada kata mulia.

Pada akhirnya, sebelum saya menuntaskan pembicaraan ini, saya ingin mengajak pada semua untuk memeriksa hal-hal yang terlewat oleh kita. Bahwa ternyata ajaran tentang “jempol” sudah dipakai oleh dunia. Dalam beragam temuan teknologi canggih seperti sekarang ini, jempol telah banyak digunakan di berbagai macam fasilitas, seperti cap jempol sebagai pengganti tanda tangan kita, presensi kehadiran di beberapa kantor (finger print), di facebook, youtube, blog, dan lain sebagainya.

Dan betapa mudah kita memanfaatkan jempol-jempol itu, terutama di media sosial, untuk menyukai status atau komentar orang lain. Tetapi, dalam kehidupan nyata apakah kita mudah untuk menjempol orang lain? Padahal, di dalam jempol ada energi positif. Seseorang tak harus memberikan kritik pedas terhadap pernyataan orang lain, cukup dengan jempol, insya Allah ia pun akan menjadi sadar bahwa apa yang dilakukannya barangkali adalah keliru.

Dan seseorang tidak akan jatuh miskin hanya karena menjempol orang lain bukan? Obama, bahkan yang merupakan keturunan budak sekalipun tak sungkan memberi jempol pada lawan politiknya di depan publik. Akhirnya, selamat berbagi jempol untuk kesuksesan kita semua. Jempol adalah cinta, energi positif yang perlu selalu kita pancarkan. Dari cinta, pula kita akan mendapatkan kekuatan untuk dapat meraih harta, tahta, dan wanita.

Sebagai catatan akhir dari pembicaraan saya, berikut saya kutipkan salah satutembang macapat Mijil, //dedalane guna klawan sekti/kudu andhap asor/wani ngalah luhur wekasane/tumungkula lamun den dukani/bapang den singkiri/ana catur mungkur//.

Tembang ini memiliki makna mendalam yang bisa dipetik dan diamalkan sebagai orang Jawa, untuk bisa meraih kesuksesan yang mulia sebagaimana diidamkan dalam komunitas sukses mulia ini. Bahwa, kemuliaan itu dicapai melalui kemauan kita untuk rendah hati, berani mengalah tetapi bukan untuk kalah, mau belajar dari kesalahan dan kegagalan, mampu menyingkirkan dan mengalahkan segala rintangan seperti kemalasan pada diri, dan memperbanyak kawan dengan tidak menebar energi negatif/fitnah. Salam SUKSES MULIA!

Sumber: http://www.academia.edu/4017356/SUKSES_BERAWAL_DARI_JEMPOL_


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL

KB Cap JEMPOL


Salah seorang karyawan yang berasal dari Jawa Tengah mengeluh karena anaknya sudah sembilan orang. Punya anak lagi, kasian isteri; disamping usia pasangan ini sudah mendekati angka 50an. Soal KB masih awam, nggak ngerti .

Terjadi dialog antara si pegawai dengan dokter klinik.

Pgw.: "Pak dokter, saya mau ikut KB. Anak saya sudah sembhilan, kasian isteri...pak !"

Dtr.: "Oh... begitu toh pak. Jadi sampeyan nggak pengen punya anak lagi toh..."

Pgw.: "Njee... pak, tulung yo...."

Dkt.: "Baik... Ini ada beberapa cara. Yang ini (sambil memperlihatkan kemasan pil KB), Ibu ne.. tinggal minum". Kalau yang ini, bapak yang pake (sambil memperlihatkan bungkus plastik kecil). Bapak pilih yang mana...?"

Pgw.: "Biar yang itu sajjaaa pak dokter... biar saya yang pake...kasian isteri kalau harus minum pil..."

Dkt.: "Baik... Ini plastiknya bapak buka dan dipakenya beghini...!(sambil menyarungkan karet KB kejempol kirinya memberi contoh). Kalo di pake 'e beghini, bapak ibuk aman... Ibuk 'e nggak bakalan hamil laghi...Ngerti toh... pak.."

Pgw.: "Njeee... pak dokter"..

Selang beberapa bulan, si pegawai kembali ke klinik dengan muka kesal karena ternyata isterinya hamil lagi.

Pgw.: "Pak dokter pie toh pak..isteri saya kok hamil lagi..? "Katanya nggak bakal hamil.."!

Dkt.: "Hamil lagi?... nggak mungkin..."

Pgw.: "Benner lho pak... ini bapak liat sendhiri.. (sambil menunjuk pada isterinya yang berdiri disamping).

Dkt.: "Lha... bapak pakainya gimana...?"

Pgw.: "Iyo.. sesuai petunjuk bapak!..Ini saya sarungkan ke jempol kiri saya, ya sudhahhh...!"

Dkt.: "Pak 'e, nyarungnya jangan ke jari lho pak..! "

Sumber: http://www.ketawa.com/2002/09/43-kb-cap-jempol.html


Salam JEMPOL

Saturday, March 15, 2014

Asuransi Syariah (Asuransi Taawun) Vs. Asuransi Konvensional


Bahaya, kerusakan dan kerugian adalah kenyataan yang harus dihadapi manusia di dunia ini. Sehingga kemungkinan terjadi resiko dalam kehidupan, khususnya kehidupan ekonomi sangat besar. Tentu saja ini membutuhkan persiapan sejumlah dana tertentu sejak dini.

Oleh karena itu banyak orang mengambil cara dan sistem untuk dapat menghindari resiko kerugian dan bahaya tersebut. Diantaranya dengan asuransi yang merupakan sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan resiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya.


Sistem ini sudah berkembang luas dinegara Indonesia secara khusus dan dunia secara umumnya. Sehingga memerlukan penjelasan permasalahan ini dalam tinjauan syari’at islam.

Asuransi Secara Umum

Kata asuransi ini dalam bahasa inggris disebut Insurance dan dalam bahasa prancis disebut Assurance. Sedangkan dalam bahasa arab disebut at-Ta’mien. Asuransi ini didefinisikan dalam kamus umum bahasa Indonesia sebagai perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu akan membayar uang kepada pihak yang lain, bila terjadi kecelakaan dan sebagainya, sedang pihak yang lain itu akan membayar iuran. [1]

Demikian juga telah didefinisikan dalam perundang-undangan negara Indonesia sebagai perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. [2]

Sedangkan sebagian ulama syari’at dan ahli fikih memberikan definisi yang beragam, diantaranya:

1. Pendapat pertama, asuransi adalah perjanjian jaminan dari fihak pemberi jaminan (yaitu perusahaan asuransi) untuk memberi sejumlah harta atau upah secara rutin atau ganti barang yang lain, kepada fihak yang diberi jaminan (yaitu nasabah asuransi), pada waktu terjadi musibah atau kepastian bahaya, yang dijelaskan dengan perjanjian, hal itu sebagai ganti angsuran atau pembayaran yang diberikan oleh nasabah kepada perusahaan. [3]

2. Pendapat kedua, asuransi adalah perjanjian yang mengikat diri penanggung sesuai tuntutan perjanjian untuk membayar kepada pihak tertanggung atau nasabah yang memberikan syarat tanggungan untuk kemaslahatannya sejumlah uang atau upah rutin atau ganti harta lainnya pada waktu terjadinya musibah atau terwujudnya resiko yang telah dijelaskan dalam perjanjian. Hal tersebut diberikan sebagai ganti angsuran atau pembayaran yang diberikan tertanggung kepada penanggung (pihak asuransi). [4]

3. Pendapat ketiga, asuransi adalah pengikatan diri pihak pertama kepada pihak kedua dengan memberikan ganti berupa uang yang diserahkan kepada pihak kedua atau orang yang ditunjuknya ketika terjadi resiko kerugian yang telah dijelaskan dalam akad. Itu sebagai imbalan dari yang diserahkan pihak kedua berupa sejumlah uang tertentu dalam bentuk angsuran atau yang lainnya. [5]

Dari definisi yang beraneka ragam tersebut terdapat kata sepakat dalam beberapa hal berikut ini:
  • Adanya ijab dan qabul dari pihak penanggung (al-Mu’ammin) dan tertanggung (al-Mu’ammin Lahu).
  • Adanya obyek yang menjadi arahan asuransi.
  • Tertanggung menyerahkan kepada penanggung (pengelola asuransi) sejumlah uang baik dengan tunai atau angsuran sesuai kesepakatan kedua belah pihak, yang dinamakan premi.
  • Penanggung memberikan ganti kerugian kepada tertanggung apabila terjadi kerusakan seluruhnya atau sebagiannya. Inilah asuransi yang umumnya berlaku dan ini dinamakan asuransi konvensional (al-Ta’mien al-Tijaari) yang dilarang mayoritas ulama dan peneliti masalah kontemporer dewasa ini. Juga menjadi ketetapan majlis Hai’ah kibar Ulama (majlis ulama besar Saudi Arabia) no. 55 tanggal 4/4/1397 H dan ketetapan no 9 dari Majlis Majma’ al-Fiqh dibawah Munazhomah al-Mu’tamar al-Islami (OKI). [6]

Demikian juga diharamkan dalam keputusan al-Mu’tamar al-’Alami al-Awal lil Iqtishad al-Islami di Makkah tahun 1396H. [7]

Kemudian para ulama memberikan solusi dalam masalah ini dengan merumuskan satu jenis asuransi syari’at yang didasarkan kepada akad tabarru’at [8] yang dinamakan at-Ta’mien at-Ta’awuni (asuransi ta’awun) atau at-Ta’mien at-Tabaaduli.

Pengertian Asuransi Ta’awun (at-Ta’mien at-Ta’awuni)

Para ulama kontemporer mendefinisikan at-Ta’mien at-Ta’awuni dengan beberapa definisi, diantaranya:

1. Pendapat pertama, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang yang memiliki resiko bahaya tertentu. Hal itu dengan cara mereka mengumpulkan sejumlah uang secara berserikat. Sejumlah uang ini dikhususkan untuk mengganti kerugian yang sepantasnya kepada orang yang tertimpa kerugian diantara mereka. Apabila premi yang terkumpulkan tidak cukup untuk itu, maka anggota diminta mengumpulkan tambahan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila lebih dari yang dikeluarkan dari ganti rugi tersebut maka setiap anggota berhak meminta kembali kelebihan tersebut. Setiap anggota dari asuransi ini adalah penanggung dan tertanggung sekaligus. Asuransi ini dikelola oleh sebagian anggotanya. Akan jelas gambaran jenis asuransi ini adalah seperti bentuk usaha kerjasama dan solidaritas yang tidak bertujuan mencari keuntungan (bisnis) dan tujuannya hanyalah mengganti kerugian yang menimpa sebagian anggotanya dengan kesepakatan mereka membaginya diantara mereka sesuai dengan tata cara yang dijelaskan. [9]

2. Pendapat kedua, asuransi ta’awun adalah kerjasama sejumlah orang yang memiliki kesamaan resiko bahaya tertentu untuk mengganti kerugian yang menimpa salah seorang dari mereka dengan cara mengumpulkan sejumlah uang untuk kemudian menunaikan ganti rugi ketika terjadi resiko bahaya yang sudah ditetapkan. [10]

3. Pendapat ketiga, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang membuat shunduq (tempat mengumpulkan dana) yang mereka danai dengan angsuran tertentu yang dibayar setiap dari mereka. Setiap mereka mengambil dari shunduq tersebut bagian tertentu apabila tertimpa kerugian (bahaya) tertentu.

4. Pendapat keempat, asuransi ta’awun adalah berkumpulnya sejumlah orang yang menanggung resiko bahaya serupa dan setiap mereka memiliki bagian tertentu yang dikhususkan untuk menunaikan ganti rugi yang pantas bagi yang terkena bahaya. Apabila bagian yang terkumpul (secara syarikat) tersebut melebihi yang harus dikeluarkan sebagai ganti rugi maka anggota memiliki hak untuk meminta kembali.

Apabila kurang maka para anggota diminta untuk membayar iuran tambahan untuk menutupi kekurangannya atau dikurangi ganti rugi yang seharusnya sesuai ketidak mampuan tersebut. Anggota asuransi ta’awun ini tidak berusaha merealisasikan keuntungan namun hanya berusaha mengurangi kerugian yang dihadapi sebagian anggotanya, sehingga mereka melakukan akad transaksi untuk saling membantu menanggung musibah yang menimpa sebagian mereka. [11]

Sehingga dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa asuransi ta’awun adalah bergeraknya sejumlah orang yang masing-masing sepakat untuk mengganti kerugian yang menimpa salah seorang dari mereka sebagai akibat resiko bahaya tertentu dan itu diambil dari kumpulan iuran yang setiap dari mereka telah bersepakat membayarnya. Ini adalah akad tabarru’ yang bertujuan saling membantu dan tidak bertujuan perniagaan dan cari keuntungan. Sebagaimana juga akad ini tidak terkandung riba, spekulasi terlarang, gharar dan perjudian. (tentang gharar, baca juga artikel Mengenal Jual-Beli Gharar)

Gambaran paling gampangnya adalah misalnya ada satu keluarga atau sejumlah orang membuat shunduq lalu mereka menyerahkan sejumlah uang yang nantinya dari kumpulan uang tersebut digunakan untuk ganti rugi kepada anggotanya yang mendapatkan musibah (bahaya). Apabila uang yang terkumpul tersebut tidak menutupinya, maka mereka menutupi kekurangannya. Apabila berlebih setelah penunaian ganti rugi tersebut maka dikembalikan kepada mereka atau dijadikan modal untuk masa yang akan datang. Hal ini mungkin dapat diperluas menjadi satu lembaga atau yayasan yang memiliki petugas yang khusus mengelolanya untuk mendapatkan dan menyimpan uang-uang tersebut serta mengeluarkannya. Lembaga ini boleh juga memiliki pengelola yang merencanakan rencana kerja dan managementnya. Semua pekerja dan petugas berikut pengelolanya mendapatkan gaji tertentu atau mereka melakukannya dengan sukarela. Namun semua harus dibangun untuk tidak cari keuntungan (bisnis) dan seluruh sisinya bertujuan untuk ta’awun (saling tolong menolong). [12]

Dari sini dapat dijelaskan karekteristik asuransi ta’awun sebagai berikut:
  • Tujuan dari asuransi ta’awun adalah murni takaful dan ta’awun (saling tolong menolong) dalam menutup kerugian yang timbul dari bahaya dan musibah.
  • Akad asuransi ta’awun adalah akad tabarru’. Hal ini tampak tergambarkan dalam hubungan antara nasabah (anggotanya), dimana bila kurang mereka menambah dan bila lebih mereka punya hak minta dikembalikan sisanya.
  • Dasar fikroh asuransi ta’awun ditegakkan pada pembagian kerugian bahaya tertentu atas sejumlah orang, dimana setiap orang memberikan saham dalam membantu menutupi kerugian tersebut diantara mereka. Sehingga orang yang ikut serta dalam asuransi ini saling bertukar dalam menanggung resiko bahaya diantara mereka.
  • Pada umumnya asuransi ta’awun ini berkembang pada kelompok yang punya ikatan khusus dan telah lama, seperti kekerabatan atau satu pekerjaan (profesi).
  • Penggantian ganti rugi atas resiko bahaya yang ada diambil dari yang ada di shunduq (simpanan) asuransi, apabila tidak mencukupi maka terkadang diminta tambahan dari anggota atau mencukupkan dengan menutupi sebagian kerugian saja. [13]

Perbedaan Antara Asuransi Ta’awun dan Konvensional. [14]

Dari karekteristik diatas dan definisi yang disampaikan para ulama kontemporer tentang asuransi ta’awun dapat dijelaskan perbedaan antara asuransi ini dengan yang konvensional. Diantaranya:

1. Asuransi ta’awun termasuk akad tabarru yang bermaksud murni takaful dan ta’awun (saling tolong menolong) dalam menutup kerugian yang timbul dari bahaya dan musibah. Sehingga premi dari anggotanya bersifat hibah (tabarru’). Berbeda dengan asuransi konvensional yang bermaksud mencari keuntungan berdasarkan akad al-Mu’awwadhoh al-Ihtimaliyah (bisnis oriented yang berspekulasi yang dalam bahasa Prancis contrats aleatoirs).

2. Penggantian ganti rugi atas resiko bahaya dalam asuransi ta’awun diambil dari jumlah premi yang ada di shunduq (simpanan) asuransi. Apabila tidak mencukupi maka adakalanya minta tambahan dari anggota atau mencukupkan dengan menutupi sebagian kerugian saja. Sehingga tidak ada keharusan menutupi seluruh kerugian yang ada bila anggota tidak sepakat menutupi seluruhnya. Berbeda dengan asuransi konvensional yang mengikat diri untuk menutupi seluruh kerugian yang ada (sesuai kesepakatan) sebagai ganti premi asuransi yang dibayar tertanggung. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi mengikat diri untuk menanggung semua resiko sendiri tanpa adanya bantuan dari nasabah lainnya. Oleh karena itu tujuan akadnya adalah cari keuntungan, namun keuntungannya tidak bias untuk kedua belah pihak. Bahkan apabila perusahaan asuransi tersebut untung maka nasabah (tertanggung) merugi dan bila nasabah (tertanggung) untung maka perusahaan tersebut merugi. Dan ini merupakan memakan harta dengan batil karena berisi keuntungan satu pihak diatas kerugian pihak yang lainnya.

3. Dalam asuransi konvensional bisa jadi perusahaan asuransi tidak mampu membayar ganti rugi kepada nasabahnya apabila melewati batas ukuran yang telah ditetapkan perusahaan untuk dirinya. Sedangkan dalam asuransi ta’awun, seluruh nasabah tolong menolong dalam menunaikan ganti rugi yang harus dikeluarkan dan pembayaran ganti rugi sesuai dengan yang ada dari peran para anggotanya.

4. Asuransi ta’awun tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan dari selisih premi yang dibayar dari ganti rugi yang dikeluarkan. Bahkan bila ada selisih (sisa) dari pembayaran klaim maka dikembalikan kepada anggota (tertanggung). Sedangkan sisa dalam perusahaan asuransi konvensional dimiliki perusahaan.

5. Penanggung (al-Mu’ammin) dalam asuransi ta’awun adalah tertanggung (al-Mu’ammin Lahu) sendiri. Sedangkan dalam asuransi konvensional, penanggung (al-Mu’ammin) adalah pihak luar.

6. Premi yang dibayarkan tertanggung dalam asuransi ta’awun digunakan untuk kebaikan mereka seluruhnya. Karena tujuannya tidak untuk berbisnis dengan usaha tersebut, namun dimaksudkan untuk menutupi ganti kerugian dan biaya operasinal perusahaan saja Sedangkan dalam system konvensional premi tersebut digunakan untuk kemaslahatan perusahaan dan keuntungannya semata Karena tujuannya adalah berbisnis dengan usaha asuransi tersenut untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari pembayaran premi para nasabahnya.

7. Asuransi ta’awun bebas dari riba, spekulasi dan perjudian serta gharar yang terlarang. Sedangkan asuransi konvensional tidak lepas dari hal-hal tersebut.

8. Dalam asuransi ta’awun, hubungan antara nasabah dengan perusahaan asuransi ta’awun ada pada asas berikut ini:

a. Pengelola perusahaan melaksanakan managemen operasional asuransi berupa menyiapkan surat tanda keanggotaan (watsiqah), mengumpulkan premi, mengeluarkan klaim (ganti rugi) dan selainnya dari pengelolaannya dengan mendapatkan gaji tertentu yang jelas. Itu karena mereka menjadi pengelola operasional asuransi dan ditulis secara jelas jumlah fee (gaji) tersebut.

b. Pengelola perusahaan melakukan pengembangan modal yang ada untuk mendapatkan izin membentuk perusahaan dan juga memiliki kebolehan mengembangkan harta asuransi yang diserahkan para nasabahnya. Dengan ketentuan mereka berhak mendapatkan bagian keuntungan dari pengembangan harta asuransi sebagai mudhoorib (pengelola pengembangan modal dengan mudhorabah).

c. Perusahaan memiliki dua hitungan yang terpisah. Pertama untuk pengembangan modal perusahaan dan kedua hitungan harta asuransi dan sisa harta asuransi murni milik nasabah (pembayar premi).

d. Pengelola perusahaan bertanggung jawab apa yang menjadi tanggung jawab al-Mudhoorib dari aktivitas pengelolaan yang berhubungan dengan pengembangan modal sebagai imbalan bagian keuntungan mudhorabah, sebagaimana juga bertanggung jawab pada semua pengeluaran kantor asuransi sebagai imbalan fee (gaji) pengelolaan yang menjadi hak mereka. [15]

Sedangkan hubungan antara nasabah dengan perusahan asuransi dalam asuransi konvensional adalah semua premi yang dibayar nasabah (tertanggung) menjadi harta milik perusahaan yang dicampur dengan modal perusahaan sebagai imbalan pembayaran klaim asuransi. Sehingga tidak ada dua hitungan yang terpisah.

1. Nasabah dalam perusahaan asuransi ta’awun dianggap anggota syarikat yang memiliki hak terhadap keuntungan yang dihasilkan dari usaha pengembangan modal mereka. Sedangkan dalam asuransi konvensional, para nasabah tidak dianggap syarikat, sehingga tidak berhak sama sekali dari keuntungan pengembangan modal mereka bahkan perusahan sendirilah yang mengambil seluruh keuntungan yang ada.

2. Perusahaan asuransi ta’awun tidak mengembangkan hartanya pada hal-hal yang diharamkan. Sedangkan asuransi konvensional tidak memperdulikan hal dan haram dalam pengembangan hartanya.
Demikianlah beberapa perbedaan yang ada. Mudah-mudahan semakin memperjelas permasalahan asuransi ta’awun ini. Wabillahittaufiq.

Referensi:
  1. Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta)
  2. Al-’Uquud Al-Maaliyah Al-Murakkabah, Dirasat fiqhiyah ta’shiliyah wa tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani, cetakan pertama tahun 2006M, Dar Kunuuz Isybiliyaa, KSA
  3. al-Fiqhu al-Muyassarah, Qismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa, cetakan pertama tahun 1425H, Madar Al Wathoni LinNasyr, Riyadh, KSA
  4. Fiqhu an-Nawaazil, Dirasah Ta’shiliyah Tathbiqiyat, DR. Muhammad bin Husein al-Jiezaani, cetakan pertama tahun 1426H, dar Ibnu al-Juazi.
  5. Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2. (lihat aldoijy@awalnet.net.sa atau www.saaid.net)

Footnotes:
[1] Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan W.J.S Purwodarminto, cetakan ke-8 tahun 1984, Balai Pustaka, hal 63.
[2] Lihat Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian.
[3] Lihat pembahasan tentang asuransi oleh Ustadz Muslim Atsary pada artikel Menyoal Asuransi Dalam Islam
[4] Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnah ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta) Saudi Arabiya, 4/36.
[5] At-Ta’mien wa Ahkamuhu oleh al-Tsanayaan hal 40, dinukil dari kitab Al-’Uquud Al-Maaliyah Al-Murakkabah, Dirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah Wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani, cetakan pertama tahun 2006M, Dar Kunuuz Isybiliyaa, KSA hal. 288.
[6] Lihat al-Fiqhu al-Muyassarah, Qismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa, cetakan pertama tahun 1425H, Madar Al Wathoni LinNasyr, Riyadh, KSA hal. 255.
[7] Fiqhu an-Nawaazil, Dirasah Ta’shiliyah Tathbiqiyat, DR. Muhammad bin Husein al-Jiezaani, cetakan pertama tahun 1426H, dar Ibnu al-Juazi, 3/267.
[8] Akad Tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial, lihat Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia No: 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.
[9] Abhats Hai’at Kibar Ulama, disusun oleh Komite tetap untuk penelitian ilmiyah dan fatwa (al-Lajnahu ad-Daimah Li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta) Saudi Arabiya, 4/38.
[10] Nidzom at-Ta’mien, Musthofa al-Zarqa’ hal. 42 dinukil dari kitab al-’Uquud al-Maaliyah al-Murakkabah, Dirasat fiqhiyah ta’shiliyah wa tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal. 289.
[11] Al-Ghoror wa Atsaruhu fi al-’Uquud, DR. al-Dhoriir, cetakan kedua dari Mathbu’aat Majmu’ah Dalah al-Barokah, hlm 638 dinukil dari Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2. (lihat aldoijy@awalnet.net.sa atau www.saaid.net )
[12] Lihat tentang hal ini dalam pembahasan at-Ta’mien at-Ta’awuni al-Murakkab dalam kitabal-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal. 291-311.
[13] Kelima karekteristik ini diambil dari kitab al-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal 290-291
[14] kami ringkas dari dua sumber yaitu Makalah DR. Kholid bin Ibrohim al-Du’aijii berjudul Ru’yat Syar’iyah fi Syarikat al-Ta’miin al Ta’aawuniyah Hal 2-3 dan al-’Uquud al-Maaliyah al-MurakkabahDirasat Fiqhiyah Ta’shiliyah wa Tathbiqiyat, DR. Abdullah bin Muhammad bin Abdillah al-’Imraani hal 290-291 serta al-Fiqhu al-MuyassarahQismu al-Mu’amalat Prof. DR Abdullah bin Muhammad Al Thoyaar, Prof. DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthliq dan DR. Muhammad bin Ibrohim Alumusa hlm 255-256
[15] Sebagaimana menjadi hasil keputusan dari Nadwah (Simposium) al-Barkah ke 12 untuk ekonomi islam, ketetapan dan anjuran Nadwah al-Barkah lil Iqtishad al-Islami hal. 212.

Sumber: http://fiqhislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=27532:asuransi-syariah-asuransi-taawun-vs-asuransi-konvensional&catid=159:ekonomi-bisnis-dan-keuangan-syariah&Itemid=197


Semoga Bermanfaat
Salam JEMPOL